Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Tidak Semua Spesies Badak Bernasib Sama, Apa yang Membedakan?

Tidak Semua Spesies Badak Bernasib Sama, Apa yang Membedakan?

tidak-semua-spesies-badak-bernasib-sama,-apa-yang-membedakan?
Tidak Semua Spesies Badak Bernasib Sama, Apa yang Membedakan?
service

Dua spesies badak mulai pulih, tiga lainnya justru menyusut. Itulah gambaran terbaru kondisi badak dunia yang diungkap dalam laporan TRAFFIC dan IUCN (2025). Meski perburuan badak secara global sedikit menurun dalam tiga tahun terakhir, ancaman terhadap satwa bercula ini belum berakhir. Bagi sebagian spesies, tekanan justru semakin kompleks, mulai dari krisis iklim hingga populasi yang terlalu kecil untuk dapat bertahan dalam jangka panjang. Selama lebih dari dua dekade, konservasionis berupaya melindungi badak dari pemburu liar. Pendorong utamanya masih sama: tingginya permintaan cula badak di Asia Timur. Cula diperdagangkan sebagai simbol status dan digunakan dalam pengobatan tradisional, meski berbagai penelitian telah membantah manfaat medisnya. Nilai jualnya di pasar gelap bahkan dilaporkan dapat melampaui emas atau berlian. Berbagai strategi konservasi pun diterapkan, mulai dari patroli bersenjata, pemotongan cula (dehorning), hingga penelitian reproduksi berbantu. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, tetapi belum cukup untuk mengamankan seluruh spesies badak. Laporan terbaru tersebut memperlihatkan bahwa kondisi lima spesies badak kini berkembang ke arah berbeda. Badak bercula satu besar (Rhinoceros unicornis) di India dan Nepal berhasil menunjukkan pemulihan populasi signifikan. Badak hitam (Diceros bicornis) di Afrika juga mengalami peningkatan, dengan jumlah populasi diperkirakan naik sekitar 10 persen, dari 6.195 individu pada 2021 menjadi 6.788 individu pada 2024. Sebaliknya, tiga spesies lainnya masih berada dalam tren penurunan. Populasi badak putih (Ceratotherium simum) di Afrika turun dari 15.942 menjadi 15.752 individu dan kini mencapai titik terendah dalam hampir dua dekade. Menurut para peneliti, ancaman terhadap badak putih tidak lagi hanya berasal dari perburuan. Kekeringan berkepanjangan yang diperparah krisis iklim…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.