Wed,6 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Main Kampar, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat yang Menggunakan Batu Pipih

Main Kampar, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat yang Menggunakan Batu Pipih

main-kampar,-permainan-tradisional-dari-sumatera-barat-yang-menggunakan-batu-pipih
Main Kampar, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat yang Menggunakan Batu Pipih
service

21 Februari 2026 13.00 WIB • 2 menit

Main Kampar, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat yang Menggunakan Batu Pipih


Banyak permainan tradisional dari berbagai daerah Indonesia yang menggunakan alat-alat sederhana dalam proses bermainnya. Main kampar, permainan tradisional yang berasal dari daerah Sumatera Barat jadi salah satunya.

Main kampar merupakan salah satu permainan tradisional yang cukup mudah untuk dimainkan. Para pemain hanya perlu mengumpulkan batu berbentuk pipih untuk memainkan permainan tradisional ini.

Dulunya main kampar banyak dimainkan oleh anak-anak di sela waktu luang. Permainan tradisional ini juga menjadi momen bagi anak-anak untuk bersosialisasi dengan sesamanya.

Sebab permainan ini mesti dimainkan secara berkelompok. Dengan demikian, dibutuhkan beberapa orang anak terlebih dahulu agar permainan tradisional tersebut dapat dimainkan.

Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan main kampar makin sukar dijumpai di tengah masyarakat. Banyaknya pilihan hiburan lain bagi anak-anak membuat permainan tradisional seperti main kampar mulai jarang dimainkan.

Lantas bagaimana pembahasan seputar permainan tradisional yang berasal dari daerah Sumatera Barat tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Mengenal Main Kampar, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, main kampar merupakan salah satu permainan tradisional yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Sungai Pagu, Solok Selatan menjadi salah satu daerah yang anak-anaknya banyak memainkan permainan tradisional tersebut.

Dikutip dari buku Rismadona, dkk., yang berjudul Inventarisasi Warisan Budaya Tak Benda: Permainan Tradisional Anak di Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan, permainan ini juga dikenal dengan beberapa nama berbeda. Misalnya di beberapa daerah, permainan main kampar juga dikenal sebagai batu lambiang dan batu ginggong.

Meskipun demikian, tidak ada perbedaan signifikan antara ketiga permainan tradisional tersebut. Perbedaan antara ketiganya hanya terletak pada nama dan penyebutan yang umum dijumpai di tengah masyarakat.

Tidak diketahui secara pasti kapan permainan main kampar mulai dimainkan di tengah masyarakat. Hanya saja permainan ini sudah diwariskan secara turun temurun sejak dulunya.

Proses dan Cara Bermain

Dibutuhkan beberapa orang pemain, setidaknya 6 hingga 10 anak agar permainan main kampar bisa dimainkan. Nantinya semua pemain akan dibagi dalam dua kelompok berbeda.

Sebelum bermain, setiap pemain mesti memiliki sebuah batu yang pipih terlebih dahulu. Selain itu, ada juga beberapa batu yang nantinya disusun sesuai jumlah yang sudah disepakati.

Setelah itu, dibuat dua garis dengan jarak tertentu. Garis pertama merupakan tempat para pemain akan mengarahkan batu pipihnya.

Sementara itu garis lain menjadi tempat batu yang disusun. Terakhir, para pemimpin kelompok bisa melakukan undian untuk menentukan siapa yang memulai terlebih dahulu.

Pemain yang mulai lebih dulu bisa berdiri di garis awal. Kemudian dia bisa memposisikan batu pipihnya di punggung kaki.

Pemain ini mesti bisa mengarahkan batu pipihnya ke arah batu yang disusun. Pemain tersebut mesti bisa menjatuhkan batu yang disusun tersebut.

Butuh kejelian agar proses ini bisa berjalan lancar. Sebab akurasi melemparkan batu dengan punggung kaki tidaklah semudah apa yang dilihat.

Jika pemain tersebut gagal, maka pemain dari kelompok lainnya akan maju untuk giliran berikutnya. Proses ini nantinya akan terus dilakukan secara bergantian hingga ada pemain yang mengenai batu tersebut.

Nantinya kelompok dari pemain yang berhasil mengenai batu susun akan keluar sebagai pemenang dalam permainan batu kampar. Kelompok yang kalah akan mendapatkan hukuman untuk menggendong lawannya dalam jarak tertentu yang sudah disepakati bersama.

Setelah itu, proses bermain main kampar bisa dimulai kembali dari awal dengan cara yang sama.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.