Wed,22 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Menteri PPPA: Permainan Tradisional Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini

Menteri PPPA: Permainan Tradisional Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini

menteri-pppa:-permainan-tradisional-tanamkan-nilai-pancasila-sejak-dini
Menteri PPPA: Permainan Tradisional Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini
service

Jakarta, NU Online

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) kembali mengampanyekan permainan tradisional dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026. Langkah ini bukan sekadar menghidupkan kembali warisan budaya, melainkan menjadi ikhtiar membangun karakter anak dengan nilai-nilai Pancasila di tengah derasnya pengaruh ruang digital yang kian sulit dikendalikan.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan bahwa gerakan tersebut telah dimulai sejak peringatan Hari Anak pada tahun lalu. Menurutnya, pembatasan penggunaan gawai tidak akan efektif apabila anak tidak memperoleh alternatif aktivitas yang menarik dan bermanfaat.

Ia mengatakan telah meminta pemerintah daerah sejak 2025 untuk menyediakan permainan tradisional berbasis kearifan lokal. Kebijakan itu didasarkan pada keyakinan bahwa setiap daerah memiliki permainan khas yang sarat nilai pendidikan karakter.

“Filosofinya apa? Kami melihat bahwa filosofi dari permainan tradisional ini sebagai penanaman karakter anak Indonesia,” ujar Arifah dalam konferensi pers memperingati Hari Anak Nasional di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Arifah mengungkapkan bahwa permainan tradisional tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga membentuk kebiasaan bekerja sama, menunggu giliran, menghormati orang lain, dan bersikap sportif.

Menurutnya, seluruh proses tersebut menjadi cara sederhana untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak sejak usia dini.

“Apa pun agamanya, mau kelas dari mana pun, mereka tetap bermain bersama-sama. Ini tanpa kita sadari kita sedang menanamkan nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Arifah mengingatkan bahwa ancaman terhadap anak kini tidak hanya hadir di ruang publik, tetapi juga melalui media digital. Karena itu, orang tua tidak seharusnya merasa aman hanya karena anak lebih banyak berada di rumah.

“Sebetulnya bahaya sedang mengintai karena kejahatan-kejahatan itu ada di genggaman anak kita,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa hampir tidak ada orang tua yang mampu mengawasi seluruh aktivitas digital anak selama 24 jam. Kondisi tersebut membuat risiko kekerasan berbasis media sosial, perundungan daring, hingga gangguan kesehatan mental semakin besar.

“Padahal sekarang ini angka kekerasan berdasarkan penggunaan media sosial yang tidak diawasi sangat tinggi angkanya. Bahkan anak-anak yang terganggu kesehatan mentalnya, kesehatan jiwanya, karena dia mendapatkan perundungan sekarang online dan orang tua tidak melihat perubahan itu,” tegas Arifah.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.