Mubadalah.id – Sikap menyalahkan orang lain adalah cara pandang yang melihat masalah hanya dari sudut dirinya sendiri. Sikap ini sering muncul karena merasa pendapatnya paling benar serta didukung oleh pola pikir yang kurang tepat.
Orang dengan sikap seperti ini cenderung lupa untuk berempati, seolah tidak pernah membayangkan bagaimana rasanya berada di posisi pihak yang salah.
Akibatnya, sikap menyalahkan akan menimbulkan perasaan tidak nyaman, tersinggung, bahkan membuat pasangan merasa harga dirinya jatuh.
Sebaiknya, setiap orang perlu berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara dan mempertimbangkan dampak dari ucapannya.
Komunikasi yang ia bangun bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mencari solusi bersama. Mengakui kesalahan dan menawarkan solusi dapat membantu meredakan ketegangan dalam hubungan. Sebagai contoh:
A: Kamu lupa menjemur baju, ya?
B: Kamu kan tahu aku hari ini padat sekali. Kenapa tidak kamu saja yang menjemur baju?
B: Iya, aku lupa. Ya sudah, nanti kalau sampai rumah segera aku jemur.
Superioritas
Sikap superior adalah sikap merasa diri lebih unggul dalam segala hal daripada orang lain. Dalam beberapa kasus, sikap ini justru menjadi cara seseorang menutupi kekurangannya dengan menampilkan seolah-olah ia yang sempurna.
Padahal, di balik sikap superior sering kali terdapat rasa inferior atau perasaan kurang. Secara naluriah, ketika seseorang merasa memiliki kekurangan, ia berusaha menutupinya agar tidak terlihat.
Ini menunjukkan adanya penolakan terhadap kenyataan diri sendiri. Sayangnya, alih-alih melakukan perbaikan, orang tersebut justru terus mengubur kenyataan itu.
Dalam kehidupan perkawinan, pasangan perlu saling terbuka mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Oleh karena itu, keduanya dapat bersama-sama mengupayakan perubahan ke arah yang lebih baik. Jangan sampai sikap merasa lebih justru membuat kita mengabaikan pasangan, pergi meninggalkannya, atau enggan menyelesaikan masalah.
Bahkan, ketika hal ini terjadi, itu menjadi tanda bahwa konflik besar sedang mengintai dalam hubungan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Fondasi Keluarga Sakinah hlm 184-185





Comments are closed.