Jakarta (ANTARA) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri dari jabatannya setelah menyampaikan keputusan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Pengunduran diri itu disampaikan bersamaan dengan rencana Nanik menjalani pengobatan.
Nanik S Deyang sebelumnya dipercaya memimpin BGN, lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selama menjabat, Nanik melakukan sejumlah langkah pembenahan internal dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan Dirgayuza Setiawan membenarkan bahwa Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo sekaligus menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN. Keputusan tersebut diterima Presiden setelah mempertimbangkan kondisi yang dialami Nanik.
Alasan Nanik mundur dari Kepala BGN
Informasi mengenai pengunduran diri Nanik disampaikan oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Ia menyebut Nanik berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala BGN.
“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ungkap Yuza seperti yang dikonfirmasi dari Jakarta pada Rabu.
Melalui pernyataan pribadinya, Nanik menyampaikan bahwa dirinya akan menjalani pengobatan di luar negeri. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kebutuhan pemeriksaan dan perawatan kesehatan, termasuk untuk mendapatkan pendapat medis tambahan (second opinion).
Baca juga: Mundur dari Kepala BGN, Nanik S Deyang tetap kawal MBG
Nanik menjelaskan alasan utama pengunduran dirinya adalah untuk fokus menjalani pengobatan jantung. Ia memilih mengambil langkah tersebut agar dapat memulihkan kondisi kesehatannya dan menjalani perawatan secara optimal.
Dalam pernyataannya, Nanik juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo karena harus meninggalkan jabatan Kepala BGN demi menjaga kondisi kesehatannya. Presiden disebut memahami situasi tersebut dan menyetujui pengunduran dirinya.
Ia menegaskan pengunduran diri tersebut bukan karena persoalan lain, melainkan karena pertimbangan kesehatan. Nanik memilih memberikan perhatian penuh terhadap proses pemulihan sehingga dapat menjalani pengobatan dengan baik.
“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” ungkap Nanik dalam unggahannya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menyebut dirinya masih akan tetap berkontribusi dalam pengawasan lembaga tersebut. Ia mengungkapkan adanya kemungkinan pembentukan Dewan Pengawas BGN dan dirinya diminta untuk ikut berperan dalam struktur pengawasan tersebut.
Kinerja Nanik selama memimpin BGN
Selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik melakukan sejumlah evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meninjau ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan standar pelayanan dan kualitas program
BGN mencatat Nanik melakukan evaluasi terhadap hampir 28.000 SPPG, mengelompokkan ribuan dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah tertentu, serta menemukan ratusan SPPG yang dinilai bermasalah.
Nanik menegaskan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan berharap program-program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan perbaikan gizi masyarakat, dapat terus berjalan dengan baik.
Baca juga: Gerindra sebut Sudaryono miliki kinerja bagus untuk jabat Kepala BGN
Baca juga: Profil Sudaryono, dari Wamentan jadi Kepala BGN
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





Comments are closed.