London, Arina.id – Pangeran Harry kembali mengunjungi Inggris pada Senin (6/7/2026) untuk menghadiri rangkaian kegiatan menjelang penyelenggaraan Invictus Games 2027. Namun, kunjungan yang berlangsung selama lima hari itu diwarnai sejumlah persoalan, mulai dari sengketa pengamanan bagi keluarganya hingga perkara hukum yang masih bergulir.
Kunjungan ini semula direncanakan menjadi perjalanan pertama Harry bersama istri dan kedua anaknya ke Inggris dalam empat tahun terakhir. Namun, Meghan Markle beserta anak mereka, Archie dan Lilibet, dipastikan tidak ikut ke London setelah keluarga tersebut dilaporkan tidak memperoleh perlindungan keamanan dari kepolisian Inggris.
Seorang sumber yang dekat dengan Duke of Sussex mengatakan kepada AFP bahwa pengaturan untuk sisa perjalanan masih dipertimbangkan. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah Meghan dan kedua anak mereka akan menyusul ke Inggris dengan memilih tinggal di luar London.
Persoalan lain muncul terkait akomodasi Harry selama berada di ibu kota. Menjelang kedatangannya, Istana Buckingham menyatakan Harry tidak akan menginap di istana karena melewati tenggat waktu untuk menerima tawaran akomodasi.
Sebaliknya, juru bicara Harry menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang mengecewakan. Menurutnya, tawaran dari Raja Charles III untuk menginap di Istana Buckingham justru dicabut pada saat-saat terakhir.
Hingga kini belum ada kepastian apakah Harry akan bertemu dengan ayahnya selama berada di Inggris. Pertemuan terakhir keduanya diketahui berlangsung di Clarence House, London, pada September 2025. Saat ini Raja Charles III masih menjalani pengobatan akibat kanker, meski jenis penyakitnya tidak pernah diumumkan kepada publik.
Harry dan Meghan meninggalkan Inggris pada 2020 setelah memutuskan mundur dari tugas sebagai anggota senior keluarga kerajaan. Sejak itu hubungan keduanya dengan keluarga kerajaan terus memburuk, terutama setelah Harry menerbitkan memoar Spare dan beberapa kali membawa persoalan dengan media Inggris ke pengadilan.
Meski demikian, Harry sebelumnya menyatakan ingin memperbaiki hubungannya dengan sang ayah.
Di tengah kunjungannya, Harry juga menunggu putusan Pengadilan Tinggi Inggris dalam gugatan terhadap Associated Newspapers, perusahaan induk tabloid Daily Mail. Putusan perkara tersebut dijadwalkan dibacakan pada Selasa (7/7).
Dalam persidangan yang berlangsung awal tahun ini, Harry memberikan kesaksian bersama sejumlah tokoh publik, termasuk musisi Elton John dan aktris Elizabeth Hurley. Mereka menuduh perusahaan media tersebut memperoleh informasi pribadi dengan cara yang melanggar hukum.
Perkara ini menjadi gugatan ketiga sekaligus diperkirakan menjadi yang terakhir dalam rangkaian sengketa hukum Harry dengan media Inggris.
Selain itu, Harry juga masih memperjuangkan hak atas perlindungan kepolisian saat berkunjung ke Inggris. Tahun lalu, ia mengaku tidak dapat membawa keluarganya ke negara itu dengan aman setelah kalah dalam gugatan untuk memulihkan fasilitas pengamanan yang sebelumnya diberikan kepada anggota keluarga kerajaan.
Menurut juru bicaranya, penolakan terhadap perlindungan keamanan yang didanai negara memaksa Harry menyiapkan pengamanan secara mandiri. Kondisi tersebut disebut turut menyebabkan keterlambatan dalam menerima tawaran akomodasi di Istana Buckingham.
Sementara itu, kantor berita PA melaporkan pihak Istana Buckingham menilai putusan pengadilan yang akan diumumkan pekan ini dapat memperumit situasi karena berpotensi memengaruhi posisi konstitusional Raja Charles III.





Comments are closed.