Sat,18 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Pengamat ingatkan celah penyalahgunaan data pribadi pada unggahan MPLS

Pengamat ingatkan celah penyalahgunaan data pribadi pada unggahan MPLS

pengamat-ingatkan-celah-penyalahgunaan-data-pribadi-pada-unggahan-mpls
Pengamat ingatkan celah penyalahgunaan data pribadi pada unggahan MPLS
service

Jakarta (ANTARA) – Pengamat keamanan siber Pratama Persadha mengatakan unggahan twibbon siswa baru di media sosial selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) memiliki risiko terhadap data pribadi apabila tidak dipublikasikan secara bijak.

Menurutnya, informasi pribadi siswa yang dipublikasikan melalui unggahan twibbon MPLS dapat diakses, disalin, disimpan, bahkan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Dari sisi kebersamaan dan kebanggaan sebagai bagian dari sekolah baru, tren tersebut tentu memiliki nilai positif. Namun, dari sudut pandang keamanan siber dan perlindungan data pribadi, kebiasaan tersebut juga perlu disikapi secara lebih bijaksana,” kata Pratama saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Pemkot Jaksel pastikan pelaksanaan MPLS aman bagi siswa dan guru

Baca juga: Kemenag: Madrasah harus jadi tempat paling aman & nyaman menuntut ilmu

Ketua lembaga riset keamanan siber CISSReC itu menilai unggahan yang menampilkan foto wajah, nama lengkap, domisili, asal sekolah, hingga identitas lainnya pada dasarnya tidak selalu berbahaya.

Namun, risiko data pribadi meningkat ketika seluruh informasi tersebut dipublikasikan secara terbuka sehingga dapat dikumpulkan dengan mudah oleh pelaku kejahatan siber melalui teknik Open Source Intelligence atau OSINT.

“Teknik ini memungkinkan berbagai informasi yang tersebar di internet dikumpulkan, dikorelasikan, dan disusun menjadi profil digital seseorang tanpa harus meretas akun miliknya. Semakin banyak data yang dibagikan secara sukarela, semakin mudah pula identitas seseorang dipetakan,” jelasnya.

Pratama menjelaskan, pelaku kejahatan dapat memanfaatkan informasi pribadi siswa untuk melakukan social engineering dengan menyamar dan mempengaruhi orang lain dengan komunikasi yang tampak meyakinkan.

Menurutnya, modus penipuan yang mengatasnamakan guru, panitia sekolah, teman sekelas, dan orang tua lebih mudah dilakukan apabila pelaku memiliki informasi dasar mengenai korbannya.

Selain itu, foto wajah yang dipublikasikan berisiko dimanfaatkan untuk membuat identitas palsu dan manipulasi gambar menggunakan kecerdasan artifisial.

Risiko lainnya adalah meningkatnya potensi perundungan digital, pelecehan daring, penguntit, maupun pengawasan terhadap aktivitas anak.

Pratama menjelaskan, berbekal informasi pribadi, pelaku dapat mengetahui sekolah tempat korban belajar, memperkirakan lokasi aktivitas sehari hari, mengenali teman-temannya, kemudian membangun komunikasi yang tampak alami.

“Hal tersebut sangat berbahaya terutama bagi anak dan remaja yang umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengenali berbagai modus manipulasi digital,” katanya.

Oleh karena itu, Pratama mendorong sekolah dan orang tua meningkatkan edukasi literasi digital kepada anak sejak dini agar memahami pentingnya menjaga data pribadi serta risiko jejak digital.

Informasi yang ditampilkan dalam unggahan MPLS juga sebaiknya dibatasi pada hal-hal yang diperlukan seperti hanya mencantumkan nama depan atau nama panggilan.

Twibbon MPLS bukan sesuatu yang harus dihindari. Yang perlu dibangun adalah budaya literasi digital yang lebih baik sehingga semangat memperkenalkan diri tetap bisa dilakukan tanpa mengorbankan keamanan data pribadi,” katanya.

Baca juga: Wamensos: Presiden pesan lulusan Sekolah Rakyat kuliah dan kerja layak

Baca juga: Wamendikdasmen semangati anak-anak Suku Bajo saat ikut MPLS Ramah

Baca juga: MPLS SMP di Yogyakarta diisi kegiatan simulasi gempa dan edukasi mitigasi bencana

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.