Sat,18 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Wang Yi dorong penguatan investasi China di Indonesia

Wang Yi dorong penguatan investasi China di Indonesia

wang-yi-dorong-penguatan-investasi-china-di-indonesia
Wang Yi dorong penguatan investasi China di Indonesia
service

Shanghai (ANTARA) – Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan harapan pemerintah Tiongkok agar Indonesia dapat menyediakan lingkungan yang kondusif dan setara bagi pelaku usaha negara Tirai Bambu tersebut.

“China mengapresiasi penegasan kembali Menko Airlangga bahwa Indonesia menyambut perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi dan bekerja sama di Indonesia. China berharap Indonesia dapat menyediakan lingkungan usaha yang adil dan setara bagi perusahaan-perusahaan tersebut,” kata Menlu Wang Yi dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA di Shanghai, Sabtu.

Pertemuan antara Wang Yi dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tersebut berlangsung di Shanghai pada Sabtu (18/7).

Airlangga berada di China untuk menghadiri Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) maupun menandatangani pendirian Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Global (WAICO) yang diinisiasi China.

“Kerja sama China-Indonesia tidak ditujukan terhadap pihak ketiga dan tidak seharusnya terganggu oleh pihak ketiga,” ungkap Wang Yi.

Kedua negara, menurut Wang Yi, perlu menjadi pelopor dalam mempertahankan sistem perdagangan multilateral, bersama-sama menentang pemutusan relasi ekonomi dan rantai pasok, serta menjaga keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasok global.

“China bersedia berkoordinasi secara erat dengan Indonesia dalam berbagai urusan internasional dan kawasan. Kedua negara juga perlu mendorong pembangunan komunitas bersama China-Indonesia yang memiliki pengaruh di kawasan maupun tingkat global, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan bersama kedua negara dan umat manusia,” tambah Wang Yi.

Terkait WAICO, Wang Yi mengatakan keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu negara anggota pendiri mencerminkan sikap aktif Indonesia terhadap kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan.

Organisasi tersebut, tambah Wang Yi, dirancang khusus bagi negara-negara Selatan Global dengan tujuan mencegah munculnya kesenjangan baru di bidang kecerdasan buatan di dunia.

Wang Yi menilai perkembangan kecerdasan buatan harus melayani seluruh umat manusia sehingga setiap negara berhak mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pembangunan serta kebangkitan nasional.

“China bersedia bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa untuk mendorong perkembangan AI ke arah yang inklusif dan dapat dinikmati secara luas. China juga ingin meningkatkan hak bersuara dan keterwakilan negara-negara berkembang serta bersama-sama menjaga hak dan kepentingan sah Selatan Global,” jelas Wang Yi.

Sebagai perwakilan Selatan Global dan negara-negara dengan perekonomian yang baru tumbuh, Wang Yi mengatakan China dan Indonesia memiliki tujuan pembangunan yang serupa, kepentingan bersama yang luas, serta keunggulan yang saling melengkapi.

“Kedua negara perlu memperkuat penyelarasan strategi pembangunan, bergerak menuju arah yang sama, meningkatkan interaksi secara aktif, menyingkirkan berbagai gangguan, mempertahankan keteguhan sikap, dan terus memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang,” ungkap Wang Yi.

Dalam keterangan di laman yang sama, Menko Airlangga mengatakan Indonesia merasa terhormat menjadi salah satu negara anggota pendiri WAICO.

“Organisasi itu akan membantu negara-negara Selatan Global berpartisipasi secara lebih mendalam dalam tata kelola kecerdasan buatan global, bersama-sama mempertahankan multilateralisme, serta menjaga hak dan kepentingan sah negara-negara berkembang,” kata Airlangga.

Hubungan Indonesia dan China, ungkap Airlangga, terus berkembang secara stabil, sementara kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara telah membuahkan hasil yang melimpah.

“Selama bertahun-tahun, China tetap menjadi mitra dagang terbesar dan salah satu sumber investasi penting bagi Indonesia. Indonesia sangat mengapresiasi kontribusi perusahaan-perusahaan China terhadap pembangunan rantai industri dan pasok serta kemajuan teknologi di Indonesia,” tambah Airlangga.

Dia pun mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyambut dan mengundang lebih banyak perusahaan China untuk berinvestasi di Indonesia.

“Indonesia akan menciptakan lingkungan usaha yang baik bagi perusahaan-perusahaan dari berbagai negara, termasuk China, untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha,” tegas Airlangga.

Indonesia, tambah Airlangga, berharap dapat terus memperluas proyek-proyek kerja sama penting dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalan bersama China, termasuk program “Two Countries, Twin Paks”.

“Indonesia juga berharap dapat semakin memperdalam hubungan perdagangan dan investasi, menciptakan sinergi pembangunan ekonomi, mendorong kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua negara agar terus mencapai kemajuan baru, serta memberikan manfaat bagi rakyat kedua negara,” tambah Airlangga.

Sebelumnya pada Jumat (17/7), dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao, Airlangga menyampaikan selama ini China telah menjadi mitra dagang utama Indonesia. Pada 2025, nilai total perdagangan Indonesia-China mencapai 154,6 miliar dolar AS.

Selama periode 2021–2025, total perdagangan kedua negara menunjukkan tren pertumbuhan sebesar 7,24 persen.

Sedangkan di bidang investasi, China juga menjadi salah satu dari tiga sumber penanaman modal asing terbesar di Indonesia. Pada 2025, realisasi investasi China mencapai hampir 8,1 miliar dolar AS atau sekitar 13 persen dari total investasi asing, terutama pada sektor industri pengolahan, perdagangan, energi, properti, serta transportasi dan pergudangan.

Baca juga: Airlangga ajak Huawei dan ByteDance memperkuat kerja sama digital

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.