Medan, Arina.id—Kampus-kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) didorong dapat melakukan terobosan akademik dengan membuka kelas internasional dan memperluas jangkauan pendidikan hingga ke luar negeri.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamarudin Amin, Jumat (30/1/2026) saat pertemuan Forum Rektor PTKIN yang digelar di Medan, Sumatera Utara.
“PTKIN papan atas seperti UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Surabaya, dan lainnya bisa menginisiasi kelas internasional, termasuk secara daring penuh, atau melalui kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, misalnya Malaysia, Turki, Eropa, atau negara lain,” ujarnya dikutip dari laman Kemenag.
Kamaruddin Amin mengatakan dengan jumlah mahasiswa yang besar, ketersediaan guru besar, serta jumlah doktor yang terus meningkat, Kamaruddin menilai PTKIN telah memiliki modal kuat untuk membuka program-program internasional.
Dalam konteks keilmuan, Kamarudin menegaskan bahwa studi Islam Indonesia memiliki distingsi yang sangat menarik dibandingkan dengan tradisi keilmuan di Timur Tengah, Afrika, maupun Barat.
Oleh karena itu, kekuatan tersebut perlu terus dipromosikan ke tingkat global.
“Studi Islam klasik tidak boleh mengalami degradasi sedikit pun. Inilah core business PTKIN. Justru kekuatan ini yang harus kita jaga, pertahankan, dan promosikan ke luar negeri,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar pengembangan program studi umum yang telah menjadi komitmen PTKIN tetap mendapat perhatian serius.
Namun, secara keseluruhan, karakter PTKIN yang didominasi oleh studi Islam klasik harus tetap menjadi fondasi utama dalam pengembangan institusi ke depan.
“Jika ada kendala regulasi, itu justru menjadi tugas kita bersama untuk merumuskannya. Regulasi dibuat untuk mendukung kemajuan, bukan untuk menghambat,” tutur Kamaruddin.





Comments are closed.