Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Saling Memaklumi, Kunci Persahabatan Sejati

Saling Memaklumi, Kunci Persahabatan Sejati

saling-memaklumi,-kunci-persahabatan-sejati
Saling Memaklumi, Kunci Persahabatan Sejati
service

Jakarta, Arina.idCendekiawan sekaligus dosen filsafat, Fahruddin Faiz, menjelaskan bahwa salah satu kunci utama dalam hubungan persahabatan yang langgeng adalah kemampuan untuk saling memaklumi dengan kesabaran.

Prinsip tersebut, menurutnya, dapat ditemukan dalam syair-syair sufi karya Jalaluddin Rumi.

Fahruddin Faiz mengutip pesan Rumi yang menekankan pentingnya menemukan sahabat yang mampu memahami dan menerima keadaan kita dalam berbagai situasi.

“Temukanlah seorang teman yang mau memaklumimu dengan kesabaran,” ujar Fahruddin Faiz dalam tayangan video Channel Ngaji Filsafat diakses Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, sikap memaklumi merupakan inti dari persahabatan sejati. Pemakluman berarti kesediaan untuk menerima keadaan orang lain apa adanya, termasuk ketika situasi tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Ia mencontohkan ungkapan yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, yakni “harap maklum”, yang biasanya disampaikan ketika terjadi sesuatu yang kurang ideal.

“Pemakluman itu sebenarnya kesediaan untuk menerima apa pun situasinya. Misalnya ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai harapan, lalu kita mengatakan ‘harap maklum’. Sahabat sejati biasanya mampu melakukan itu,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa sikap memaklumi tetap membutuhkan kesabaran dan kedewasaan agar tidak berubah menjadi sumber kejengkelan jika terjadi berulang kali.

Selain sikap saling memahami, Fahruddin Faiz juga menekankan bahwa persahabatan sejati haruslah tangguh dan tidak mudah runtuh oleh ujian. Ia mengibaratkan persahabatan seperti dupa yang diuji dengan api.

“Baik tidaknya dupa akan terlihat ketika dibakar. Persahabatan juga begitu. Ketangguhannya baru terlihat saat menghadapi masalah atau ujian,” katanya.

Ia juga menafsirkan salah satu ungkapan simbolik dalam syair Rumi tentang “meminum semangkuk racun dari sahabat”. Menurutnya, ungkapan itu bukan dimaknai secara harfiah, melainkan sebagai gambaran tentang kesediaan menerima kepahitan dalam hubungan persahabatan.

“Artinya, mungkin teman kita membawa masalah atau kesulitan dalam hidup kita. Tetapi jika itu sahabat sejati, kita tetap menerima karena kita sudah bersepakat untuk bersama dalam suka maupun duka,” ujarnya.

Menurut Fahruddin Faiz persahabatan sejati tidak selalu diwarnai kemudahan. Justru melalui berbagai kesulitan, hubungan tersebut dapat menjadi semakin kuat.

“Kesulitan dalam persahabatan justru bisa mendatangkan kebahagiaan, seperti berada di taman yang indah meskipun sedang berada di tengah api,” pungkasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.