Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Seknas FITRA Dorong PBNU Perkuat Fondasi Organisasi untuk Peran Global NU

Seknas FITRA Dorong PBNU Perkuat Fondasi Organisasi untuk Peran Global NU

seknas-fitra-dorong-pbnu-perkuat-fondasi-organisasi-untuk-peran-global-nu
Seknas FITRA Dorong PBNU Perkuat Fondasi Organisasi untuk Peran Global NU
service

Jakarta, NU Online

Manajer Riset dan Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Badiul Hadi, menilai bahw Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) perlu memperkuat fondasi organisasi untuk menopang perannya di tingkat global. 

Menurutnya, upaya tersebut tidak cukup hanya mengandalkan penguatan aplikasi atau transformasi digital, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan tata kelola, struktur, dan kelembagaan organisasi.

Hal itu disampaikan Badiul saat acara Halaqah Pra Muktamar Qo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Ummat? di Pesantren Luhur Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/7/2026).

“Fondasi global ini memerlukan tata kelola yang luar biasa. Tidak hanya digdaya secara aplikasi, tetapi juga digdaya secara struktural dan digdaya secara organisasi. Itu penting,” katanya.

Badiul mengatakan, NU sendiri telah memiliki ekosistem yang sangat kuat, terutama dari sisi kultural. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan modernisasi organisasi ke depan akan semakin besar sehingga tata kelola organisasi perlu terus diperkuat.

“Kegelisahan yang luar biasa di tubuh PBNU itu menunjukkan adanya tantangan tata kelola organisasi yang lebih modern ke depannya, dan itu mau tidak mau harus diikuti karena semangat berdirinya NU adalah semangat yang luar biasa dalam politik global,” katanya.

Ia menegaskan, sejak awal berdirinya melalui perjuangan Komite Hijaz yang dipelopori KH Abdul Wahab Hasbullah atas mandat KH Hasyim Asy’ari, hingga masa kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), NU selalu memiliki orientasi global. 

Lebih lanjut, Badiul menilai bahwa langkah yang ditempuh PBNU selama ini pada dasarnya sudah berada di jalur yang tepat. Ia mengungkapkan, PBNU mulai memfokuskan diri pada penguatan kampanye dan peran NU di tingkat global.

Sementara yang lain, lanjutnya, penguatan basis kultural didelegasikan kepada pengurus di tingkat pengurus wilayah, pengurus cabang, majelis wakil cabang, hingga pengurus ranting. Menurutnya, pembagian peran tersebut merupakan strategi yang lebih ideal dalam pengembangan organisasi.

“PBNU memang tugasnya membangun hal-hal yang lebih besar. Adapun urusan kultural, seperti pesantren, madrasah, dan lainnya, serahkan kepada pengurus di bawah karena itulah konteks yang hari ini dituntut masyarakat,” katanya.

Pelayanan Optimal NU Dongkrak Jumlah Nahdliyin

Badiul menambahkan, salah satu faktor yang mendorong terus meningkatnya jumlah warga NU adalah tetap optimalnya pelayanan organisasi di tengah masyarakat. 

“Kenapa jumlah warga NU bertambah? Karena pelayanan NU tetap optimal di masyarakat, diakui atau tidak. Jangkauannya semakin luas, mulai dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PBNU Savic Ali menambahkan, salah satu faktor utama yang membuat NU tetap bertahan adalah luasnya jaringan kelembagaan yang dimiliki, mulai dari pesantren, madrasah, masjid, hingga musala. Menurutnya, jaringan tersebut menjadi fondasi sosial yang membuat NU tetap kuat di tengah berbagai perubahan.

Lebih lanjut, Savic mengungkapkan bahwa ia sempat memperkirakan modernisasi dan industrialisasi akan menyebabkan jumlah warga NU menurun. Namun, kenyataan menunjukkan hal yang berbeda.

“Kekhawatiran NU akan menurun saya kira tidak akan terbukti. Artinya, NU punya kapasitas sedemikian rupa untuk bouncing lewat berbagai tindakannya, lewat aktor-aktornya. Kader-kader NU ada banyak sekali di berbagai bidang,” terangnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.