Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Sholat Kafarat: Niat, Tata Cara, Waktu, dan Doanya

Sholat Kafarat: Niat, Tata Cara, Waktu, dan Doanya

sholat-kafarat:-niat,-tata-cara,-waktu,-dan-doanya
Sholat Kafarat: Niat, Tata Cara, Waktu, dan Doanya
service

Arina.id – Sholat Kafarat yang dikenal juga dengan sebutan Sholat al-Bara’ah merupakan sholat yang diniatkan untuk menebus atau mengganti sholat fardhu yang kemungkinan pernah ditinggalkan atau yang dikhawatirkan tidak sah pelaksanaannya. Amalan ini biasanya dilakukan setelah sholat Jumat pada Jumat terakhir bulan Ramadhan.

Salah satu ulama yang menjelaskan tentang amalan ini adalah Fadl bin Abdurrahman al-Tarimi dalam kitab Kasyf al-Khafa’ wa al-Khilaf fi Hukmi Sholat al-Bara’ah min al-Ikhtilaf. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa sholat kafarat termasuk amalan yang diperbolehkan dilakukan pada Jumat terakhir bulan Ramadhan.

Beliau juga menyebutkan bahwa praktik sholat ini telah lama dikenal di kalangan ulama Yaman. Bahkan sholat tersebut sering dilaksanakan di Masjid Jami’ Zabid, sebuah tempat yang menjadi pusat berkumpulnya para ulama dan ahli fatwa.

Amalan ini juga pernah dilakukan oleh sejumlah tokoh ulama yang terkenal dengan keilmuan dan kesalehannya, baik dalam ilmu syariat maupun tasawuf. Di antaranya adalah Abu Bakr bin Salim, Ahmad bin Zayn al-Habshi, Umar bin Zayn bin Sumait, Ahmad bin Muhammad al-Mahdhar, Ahmad bin Hasan al-Attas, Salim bin Hafizh bin Abu Bakr bin Salim, serta Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Bakr bin Salim. Selain mereka, masih banyak ulama dari Yaman dan Hadhramaut yang juga mengamalkan sholat tersebut.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Kafarat

Secara umum, tata cara sholat kafarat tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya. Perbedaannya terletak pada niat dan beberapa bacaan yang dianjurkan. Sholat ini dikerjakan sebanyak empat rakaat dengan satu kali tasyahud.

Berikut langkah-langkah pelaksanaannya.

1. Niat

Sebelum memulai sholat, terlebih dahulu membaca niat berikut:

نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ كَفَّارَةً لِمَا فَاتَنِي مِنَ الصَّلاةِ

Nawaitu an uṣhalli arba‘a raka‘ātin kaffāratan limā fātanī minaṣ ṣalāh.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat empat rakaat sebagai kafarat atas sholat yang pernah terlewat.”

2. Takbiratul Ihram

Setelah niat, sholat dimulai dengan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan. Selanjutnya membaca doa iftitah dan dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah.

3. Membaca Surat Al-Qadr dan Al-Kautsar

Pada rakaat pertama setelah membaca Al-Fatihah dianjurkan membaca surat Al-Qadr sebanyak 15 kali. Kemudian pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah membaca surat Al-Kautsar sebanyak 15 kali.

4. Rakaat Ketiga dan Keempat

Pada rakaat ketiga dan keempat, tata cara sholat dilakukan seperti biasa. Setelah membaca Al-Fatihah dapat dilanjutkan dengan membaca surat pendek lainnya.

5. Tasyahud dan Salam

Setelah menyelesaikan empat rakaat, kemudian duduk untuk tasyahud akhir. Setelah membaca tasyahud dan doa, sholat diakhiri dengan salam.

6. Doa Setelah Sholat Kafarat

Berikut ini bacaan doa setelah sholat Kafarat:

اللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِي، وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِي، تَقَبَّلْ مِنِّي مَا لاَ يَنْفَعُكَ، وَ اغْفِرْ لِي مَا لاَ يَضُرُّكَ، يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَّى، وَإِذَا تَوَعَّدَ تَجَاوَزَ وَعَفَا، اغْفِرْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ، وَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ بَطَرِ الْغِنَى وَجَهْدِ الْفَقْرِ، إِلَهِي خَلَقْتَنِي وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًا، وَرَزَقْتَنِي وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًا، وَارْتَكَبْتُ الْمَعَاصِي فَإِنِّي مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِي، إِنْ عَفَوْتَ عَنِّي فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْءٌ، وَإِنْ عَذَّبْتَنِي فَلاَ يَزِيدُ فِي سُلْطَانِكَ شَيْءٌ، إِلَهِي أَنْتَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي، وَأَنَا لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمُنِي غَيْرُكَ، اغْفِرْ لِي مَا بَيْنِي وَبَيْنَكَ، وَ اغْفِرْ لِي مَا بَيْنِي وَبَيْنَ النَّاسِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَيَا رَجَاءَ السَّائِلِينَ، وَيَا أَمَانَ الْخَائِفِينَ، ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ، أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْوَاسِعَةَ، أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَتَابَعَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ، رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Allahumma ya man la tanfa’uka tha’ati, wa la tadhurruku ma’shiyati, taqabbal minni ma la yanfa’uka, wa ghfirli ma la yadhrukka, ya man idza wa’ada waffa, wa idza tawa’adda tajawaza wa’afa, ghfir li ‘abdin dhallama nafsahu, wa as’alukallahumma inni a’udzu bika min bathari al-ghina wa jahdi al-faqri, ilahi khalaqtani wa lam akun syaian, wa razaqtani wa lam akun syaian, wa ‘artaqabtu al-ma’ashi fa’inni muqirrun laka bidzunubi, in ‘afawta ‘anni fa la yanqushu min mulkik syaian, wa in ‘adhdhabtaani fa la yazidu fi sulthanik syaian, 

Ilahi anta tajidu man tu’adhdhibuhu ghairy, wa ana la ajidu man yarhamhuni ghairuk, ghfirli ma baini wa bainak, wa ghfirli ma baini wa baina an-naasi ya arhamar rahimin, wa ya raja’a as-sa’ilin, wa ya amanal kha’ifin, irhamni birahmatika al-wasi’ah, anta arhamu ar-rahimien ya rabbil ‘alamin, Allahumma ghfir lil mu’minin wa al-mu’minat, wal muslimin wa al-muslimat al-wasi’ah, anta arhamu ar-rahimien ya rabbil ‘alamin, 

Allahummaghfir lil mu’minin wa al-mu’minat, wal muslimin wa al-muslimat, wa taba’a bainana wa bainahum bil-khairat, rabbi ghfir warham wa anta khairur rahimin. Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Artinya: Ya Allah, wahai Dzat yang tidak bermanfaat bagimu ketaatan hamba, dan tidak merugikanmu maksiat hamba, terimalah dari hamba apa yang tidak bermanfaat bagimu, dan ampunilah hamba atas apa yang tidak merugikanmu. Wahai Dzat yang selalu menepati janji dan melampaui ancaman dengan maaf, ampunilah hamba yang telah menzalimi dirinya sendiri. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kesombongan karena kekayaan dan kesulitan karena kemiskinan.

Ya Tuhanku, Engkau telah menciptakan aku saat aku bukan apa-apa, Engkau telah memberi rezeki saat aku bukan apa-apa, dan aku telah melakukan maksiat. Aku mengakui dosa-dosaku kepada-Mu. Jika Engkau mengampuni aku, maka kerajaan-Mu tidak akan berkurang sedikitpun. Dan jika Engkau menyiksa aku, maka kekuasaan-Mu tidak akan bertambah sedikitpun.

Ya Tuhanku, Engkau menemukan yang Engkau siksa selain aku, dan aku tidak menemukan yang mengasihani aku selain Engkau. Ampunilah dosa-dosaku antara aku dan Engkau, dan ampunilah dosa-dosaku antara aku dan manusia. Wahai Yang Maha Pengasih di antara semua yang penyayang, wahai Harapan orang-orang yang memohon, wahai Keamanan orang-orang yang takut, kasihanilah aku dengan rahmat-Mu yang luas. Engkaulah Yang Maha Pengasih di antara semua yang penyayang, wahai Tuhan semesta alam.

Ya Allah, ampunilah orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, orang-orang Muslim laki-laki dan perempuan dengan ampunan-Mu yang luas. Engkaulah Yang Maha Pengasih di antara semua yang penyayang, wahai Tuhan semesta alam.

Ya Allah, ampunilah orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, orang-orang Muslim laki-laki dan perempuan, dan pertemukanlah kami dengan mereka dalam kebaikan. Ya Tuhan, ampunilah dan kasihanilah, dan Engkaulah sebaik-baiknya Yang Maha Penyayang.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya sekalian. Wallahu a‘lam.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.