Badan Geologi Sumatera Utara (Sumut) menaikan status aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, menjadi Level III (Siaga) pasca gunung api aktif itu kembali erupsi, Senin (31/8/26) pagi, pukul 10.17 WIB. Warga pun berharap fenomena geologis itu tidak berlangsung lama dan kembali stabil seperti tahun 2023. Kembaren Ketaren, warga Desa Sukanalu, mengaku melihat erupsi sekitar pukul 10.00 WIB. Dia mengajak istrinya berlindung di pondok sambil memantau arah sebaran abu. Sebelumnya, dua bulan terakhir, dia mengamati asap tipis keluar dari puncak, namun tidak menganggapnya mengkhawatirkan. Saat erupsi, dia sedang memanen wortel lebih dari 75 kilogram dan markisa sekitar 42 kilogram. Hasil kebun dia hendak kirim ke Berastagi dan menjualnya ke penampung maupun Pasar Buah Berastagi. “Mudah-mudahan Sinabung reda dan tidak erupsi lagi seperti tahun 2023,” katanya. Dia sadar risiko tinggal di Sinabung. Satu sisi, aktivitas vulkanisme memang membuat subur, tetapi sisi lain, aktivitas vulkanisme itu mengancam keberadaan warga. Kajian ilmiah Sutawidjaja, Iguchi, dan Pusat Penelitian Pertanian, Kementerian Pertanian menyebut, Sinabung gunung api strato atau kerucut berlapis yang terbentuk pada zaman Pleistosen hingga Holosen. Batuan penyusun utamanya berjenis basaltik-andesit hingga andesit, kaya mineral plagioklas, piroksen, dan hornblenda. Material vulkanik yang dilapuk mengandung unsur hara kalsium, magnesium, kalium, dan fosfor yang tinggi sehingga menjadi tanah sangat subur bagi pertanian. Pemandangan ini terlihat indah dari atas bukit Gundaling. Tampak Gunung Sinabung mengeluarkan debu vulkanik tipis dari dalam kawahnya. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia. Mengungsi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, saat ini telah mengungsi ke Posko Penanganan…This article was originally published on Mongabay
Sinabung Erupsi, Imbau Warga Waspada, Hindari Zona Bahaya
Sinabung Erupsi, Imbau Warga Waspada, Hindari Zona Bahaya





Comments are closed.