
Stasiun Plabuan, Satu-satunya Stasiun di Pinggir Pantai di Pulau Jawa
Stasiun Plabuan adalah stasiun kereta api kelas III di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Stasiun ini unik karena menjadi satu-satunya stasiun yang berada di pinggir pantai di Pulau Jawa.
Penumpang bisa melihat deburan air dari Laut Jawa yang menderu-deru, menjadikannya sebagai salah satu stasiun dengan pemandangan yang sangat indah. Hal ini berbeda dengan pemandangan khas saat naik kereta api, khususnya di jalur selatan Jawa, yang umumnya didominasi area persawahan atau perkebunan hijau cantik.
Stasiun ini juga menjadi salah satu ikon khas Batang. Sebelum melewati Stasiun Plabuan, kondektur akan memberitahukan kepada penumpang soal keunikan Stasiun Plabuan sebagai satu-satunya stasiun yang terletak di pinggir pantai.
Sejarah Singkat Stasiun Plabuan
Disadur dari akun Instagram milik PT KAI (Persero), @kai121_, Stasiun Plabuan dibuka pertama kali di tahun 1898. Disebutkan jika dulunya stasiun ini berbentuk bangunan sederhana dari kayu jati dengan tipe stopplaats atau sejenis pemberhentian kereta yang sangat sederhana.
Dahulu, stasiun ini levelnya di bawah tipe halte karena memag difungsikan sebagai pengisian air lokomotif. Kemudian, di tahun 1911 hingga 1921, stasiun dengan pemandangan ciamik ini direnovasi menjadi bangunan tembok batu dan ditambahkan jalur untuk persilangan kereta api.
Selain itu, di era kolonial, Stasiun Plabuan turut difungsikan sebagai area angkut barang, khususnya hasil laut dan komoditas pesisir.
Stasiun ini masuk ke dalam wilayah Daerah Operasional (Daop) 4 Semarang. Stasiun Plabuan berada di ketinggian 4+ meter di atas permukaan laut (mdpl).
Stasiun Plabuan tidak difungsikan sebagaimana stasiun pada umumnya untuk naik-turun penumpang (reguler). Stasiun ini difokuskan sebagai stasiun persilangan atau stasiun teknis yang berfungsi untuk mengatur lalu lintas kereta di jalur padat.
Akan tetapi, per 27 April 2026, Stasiun Plabuan diaktifkan dan resmi melayani naik-turun penumpang. Pengoperasian layanan penumpang di Stasiun Plabuan ini menjadi respon KAI atas tingginya permintaan kebutuhan dan antusiasme masyarakat di wilayah tersebut.
Ditambah lagi, terdapat peningkatan jumlah pelanggan dalam lima tahun terakhir di kawasan Batang dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat sekitar akan layanan kereta api.
Saat ini, Stasiun Pelabuan menjadi titik naik-turun penumpang tiga kereta, yaotu KA Kaligung, KA Joglosemarkerto, dan KA Kamandaka. Selain itu, Stasiun Plabuan juga dekat dengan Kawasan Industri Terpadu Batang yang padat sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.
Tim Editor





Comments are closed.