Fri,10 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Tanjung Pinang dan Bandar Lampung Berpotensi Diguyur Hujan Petir Senin 22 Juni 2026

Tanjung Pinang dan Bandar Lampung Berpotensi Diguyur Hujan Petir Senin 22 Juni 2026

tanjung-pinang-dan-bandar-lampung-berpotensi-diguyur-hujan-petir-senin-22-juni-2026
Tanjung Pinang dan Bandar Lampung Berpotensi Diguyur Hujan Petir Senin 22 Juni 2026
service

Jakarta, Arina.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan disertai petir terjadi di Tanjung Pinang dan Bandar Lampung pada Senin (22/6/2026). Masyarakat di kedua wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Prakirawan BMKG, Shelly Brilian menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Mekala yang berada di Samudra Pasifik timur Filipina. Siklon tersebut terpantau memiliki tekanan minimum 970 hPa dengan kecepatan angin maksimum mencapai 70 knot dan bergerak ke arah barat hingga barat laut.

“Siklon Tropis Mekala membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudra Pasifik timur Filipina dan sekitarnya,” ujar Shelly dalam prakiraan cuaca BMKG disampaikan Senin (21/6/2026).

Selain itu, BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik di Selat Makassar yang turut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah tersebut. Kondisi ini diperkuat oleh terbentuknya daerah perlambatan angin di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Menurut Shelly kombinasi berbagai dinamika atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah. Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Indonesia.

Untuk wilayah Indonesia bagian barat, BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Tanjung Pinang dan Bandar Lampung. Sementara hujan ringan diperkirakan mengguyur Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkalpinang, Bengkulu, Palembang, Serang, Bandung, Semarang, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Selor, dan Samarinda.

Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Yogyakarta, dan Banjarmasin. Sementara Jakarta dan Surabaya berpotensi mengalami udara kabur.

Di wilayah Indonesia bagian timur, hujan ringan diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Mamuju, Kendari, Palu, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Sedangkan cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprediksi terjadi di Kupang, Makassar, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, dan Manokwari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sherli menegaskan bahwa informasi cuaca terkini dapat diakses melalui situs resmi BMKG maupun media sosial lembaga tersebut.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.