Thu,20 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Tidak Mati

Tidak Mati

tidak-mati
Tidak Mati
service
Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Oleh: Dahlan Iskan

MODEL komunikasi Presiden Prabowo terlihat baru: Tidak Mati sehari setelah mencopot Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, sebuah acara besar diadakan di gedung pertemuan besar dan mewah di Sentul. Yang dihadirkan para pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Gedung berkapasitas 10.000 orang itu penuh sesak: mereka adalah penggerak dan pelaksana dapur MBG.

Bank bjb Tandamata

Jelaslah bahwa MBG tidak akan dibatalkan. Masyarakat pun kelihatannya terpuaskan oleh pemecatan dan penangkapan kepala BGN beserta dua wakilnya. Banyak yang usul diberikan hukuman tambahan kepada mereka: kepala mereka dipukuli dengan panci dan wajan.

Tidak Mati
Presiden Prabowo Subianto menunjuk potongan ayam di depan emak-emak pengelola SPPG di acara Konsolidasi Nasional Program Makan Bergizi Gratis di Sentul, Bogor.-Tim Media Kepresidenan-

Bahwa biayanya sangat besar, Presiden Prabowo sedang berusaha cari uang: menyatukan ekspor batu bara dan sawit lewat satu pintunya Danantara Sumberdaya Indonesia. Bagi rakyat, yang penting, kelihatannya, jangan jadikan uang besar itu sebagai barang jarahan para pimpinan BGN/MBG. Soal uangnya dari mana bukan tugas rakyat untuk memikirkannya.

Satu per satu mulai ditemukan cara kontrol sederhana atas mutu MBG. Setidaknya sudah dua jenis makanan yang ditemukan cara kontrolnya: telur dan ayam. Telur tidak boleh didadar. Harus direbus. “Kalau didadar bisa dicampuri macam-macam,” ujar presiden di acara di Sentul itu. “Campuran tepungnya bisa lebih banyak,” ujar presiden, yang disambut teriakan serentak dari sebagian besar yang hadir: “betuuuuuul….”.

Telur itu juga tidak boleh dipotong dua atau tiga. Harus satu butir telur. “Kalau perlu difoto,” ujar presiden. Maksudnya kalau di sajian menu ditemukan telur dadar dan telur yang tidak utuh bisa dilaporkan.

Juklak kedua: untuk menu ayam, ayamnya dipotong berapa. Di dekat podium presiden ada sajian dua piring ayam goreng yang dipotong-potong. Di piring yang kanan satu ayam dipotong 14. Di piring kiri satu ayam dipotong 8. Presiden minta agar kamera media menampilkan potongan ayam itu dari atas, agar jelas. Lalu emak-emak dari dapur MBG diminta naik panggung. Mereka berebut ke podium, menyaksikan potongan ayam itu dari dekat. Presiden pun mengajak emak-emak itu untuk membicarakan potongan itu.

Akhirnya satu “kesepakatan” diambil: dipotong 14 terlalu kecil, dipotong delapan terlalu besar. Maka sebaiknya satu ayam dipotong antara 10 sampai 12 potong tergantung besar-kecil ayamnya. Ayam yang dijual di pasar selama ini beratnya antara 1 sampai 1,2 kg (setara dengan ayam hidup antara 1,2 kg sampai 1,5 kg).

Di panggung itu presiden seperti seorang penyuluh dapur MBG. Yang hadir pun terlihat antusias. Kepentingan dapur MBG adalah agar anggaran satu porsi yang ditentukan pemerintah jangan banyak berkurang di proses pengurusannya.

Menurut ilmu gizi, untuk anak SD, kebutuhan proteinnya sekitar 35-50 gram sehari. Berarti satu ayam dipotong 10 sampai 12 masih cukup. Asal, ada tambahan protein dari telur, tempe atau tahu. Dan susu.

Rasanya enam bulan ke depan fokus pimpinan baru BGN ke soal telur yang jangan didadar dan ayam yang jangan jadi 14 potong. Tapi tahun depan harus lebih maju lagi: bagaimana MBG menjadi pendorong bergeraknya ekonomi di desa. Agar biaya yang besar dari APBN itu tidak habis begitu saja.

Memang sampai sekarang belum ada juklaknya: siapa penanggung jawab pengaitan MBG dengan perputaran ekonomi di desa. Kalau itu diserahkan ke BGN terlalu jauh. Kalau diserahkan ke menteri pertanian terlalu detail. Diserahkan ke bupati setempat? Apakah ada bupati yang mau berpikir teknokratis dan manajerial seperti itu?

Sebenarnya ideal sekali ada koordinasi di satu kabupaten: berapa telur dan ayam dibutuhkan oleh seluruh dapur MBG di satu kabupaten itu. Lalu perlu sayur apa saja dan berapa banyak. Apakah sudah ada peternak telur dan daging ayam di kabupaten itu. Bagaimana pula mengatur distribusinya. Ini pekerjaan mulia tapi njelimet. Pasti bisa. Asal mau.

MBG terlihat akan jalan terus. Anggaran yang dibelanjakan sudah terlalu besar. Ekosistem sudah mulai terbentuk meski masih di tahap awalnya. Perbaikan terus dilakukan.

Kalau keputusan sudah dibuat, kalau dikritik seperti apa pun tidak juga dibatalkan, maka pilihannya hanya satu: harus all out, termasuk mencari jalan bagaimana kian efisien. Kuncinya: efisien atau mati. (Dahlan Iskan)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.