Mubadalah.id – Ukuran rahim juga dapat digunakan untuk memperkirakan berapa lama seorang ibu telah menjalani kehamilan. Pemeriksaan ini dilakukan oleh orang yang memiliki kemampuan atau tenaga kesehatan yang terlatih.
Dengan pemeriksaan tertentu, ukuran rahim dapat medis ketahui dan gunakan sebagai salah satu petunjuk untuk memperkirakan usia kehamilan.
Cara tersebut terutama dapat medis gunakan ketika ibu tidak mengingat kapan hari pertama datang bulan terakhir. Pemeriksaan juga dapat menjadi pilihan ketika menstruasi terakhir berlangsung tidak seperti biasanya, misalnya jumlah darah yang keluar jauh lebih sedikit atau lebih banyak daripada biasanya.
Pengukuran ukuran rahim juga dapat membantu ketika siklus datang bulan ibu tidak teratur. Kondisi lain yang perlu ibu perhatikan adalah ketika ia sedang menyusui dan tidak mengalami menstruasi secara teratur. Dalam keadaan seperti ini, perkiraan usia kehamilan berdasarkan menstruasi dapat menjadi lebih sulit ia lakukan.
Ada dua cara yang dapat medis gunakan untuk memeriksa ukuran rahim. Pada 12 minggu pertama atau sekitar tiga bulan kehamilan, pemeriksaan bimanual dapat ia lakukan untuk merasakan ukuran rahim melalui bagian dalam vagina. Pemeriksaan ini ia lakukan dengan teknik pemeriksaan tertentu oleh tenaga kesehatan.
Setelah memasuki masa berikutnya, ukuran rahim dapat medis periksa dari luar tubuh. Pemeriksaan bisa mereka lakukan dengan meraba bagian perut untuk mengetahui ukuran dan perkembangan rahim.
Hasil pemeriksaan tersebut kemudian dapat ia gunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam memperkirakan usia kehamilan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 110.





Comments are closed.