Mubadalah.id – Selain menghitung berdasarkan menstruasi dan mengukur rahim, usia kehamilan juga dapat diperkirakan melalui pemeriksaan sonogram atau ultrasonografi (USG). Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambaran bayi yang berada di dalam rahim.
USG yang dilakukan pada tiga bulan pertama kehamilan biasanya dapat memberikan perkiraan usia kehamilan dengan cukup akurat. Pemeriksaan ini memungkinkan tenaga kesehatan melihat perkembangan kehamilan dan memperkirakan berapa lama kehamilan telah berlangsung.
Pemeriksaan USG pada umumnya tidak berbahaya bagi bayi. Meski demikian, pemeriksaan tersebut membutuhkan biaya dan tidak selalu diperlukan untuk setiap ibu. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi ibu dan kebutuhan pemeriksaan kehamilan.
Dengan demikian, penentuan usia kehamilan tidak hanya bergantung pada satu cara. Riwayat menstruasi, pemeriksaan ukuran rahim, dan hasil sonogram dapat menjadi informasi yang saling melengkapi untuk memperkirakan usia kehamilan serta waktu persalinan.
Usia Ibu Perlu Menjadi Perhatian
Selain mengetahui usia kehamilan, usia ibu juga menjadi salah satu hal yang perlu ia perhatikan selama kehamilan. Kehamilan dapat menimbulkan berbagai masalah pada perempuan dalam rentang usia berapa pun. Namun, perempuan yang hamil pada usia sangat muda atau sangat tua cenderung menghadapi risiko yang lebih besar.
Anak perempuan yang hamil sebelum berusia 17 tahun, misalnya, mungkin belum mengalami pertumbuhan tubuh secara sempurna. Kondisi panggul yang belum berkembang secara optimal dapat menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses persalinan normal.
Kehamilan pada usia terlalu muda juga bisa kita kaitkan dengan kemungkinan mengalami sejumlah masalah dalam kehamilan dan persalinan. Beberapa di antaranya adalah preeklamsia, persalinan yang berlangsung lama, serta kelahiran bayi prematur.
Meski demikian, usia yang masih sangat muda tidak berarti seorang ibu tidak dapat menjadi ibu yang baik. Anak perempuan yang hamil pada usia muda tetap dapat menjadi ibu yang penuh perhatian dan mampu merawat anaknya. Namun, mereka mungkin membutuhkan nasihat, pendampingan, dan dukungan tambahan selama menjalani kehamilan, persalinan, hingga masa setelah melahirkan.
Risiko juga dapat meningkat pada ibu yang hamil pada usia lebih tua. Kehamilan dan persalinan pada usia tersebut dapat menghadirkan sejumlah masalah yang membutuhkan perhatian lebih. Karena itu, ibu yang berada pada usia terlalu muda maupun terlalu tua perlu mempertimbangkan tempat persalinan yang mampu memberikan penanganan apabila terjadi keadaan darurat.
Persalinan di klinik atau fasilitas kesehatan yang memiliki fasilitas lengkap dapat menjadi pilihan yang lebih aman daripada melahirkan di rumah bagi ibu yang memiliki risiko lebih tinggi.
Bahkan, ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas penanganan kegawatdaruratan menjadi penting apabila terjadi komplikasi selama persalinan. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 110.





Comments are closed.