Thu,20 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Opinion
  3. Wirid Imam Ghazali Usai Shalat Jumat

Wirid Imam Ghazali Usai Shalat Jumat

wirid-imam-ghazali-usai-shalat-jumat
Wirid Imam Ghazali Usai Shalat Jumat
service

Jakarta, NU Online

Hari Jumat merupakan waktu spesial bagi umat Islam karena disebut sebagai pimpinannya hari-hari. Beragam ibadah kian berlipat pahalanya jika dilakukan pada hari tersebut. 

Usai jamaah shalat Jumat, Imam Al-Ghazali menganjurkan membaca wirid khusus. Hal ini sebagaimana dijelaskan Ustadz Mahbib Khoiron berdasarkan kitab Bidayatul Hidayah dalam artikelnya berjudul Susunan Wirid Hari Jumat Imam Al-Ghazali yang dikutip NU Online pada Jumat (5/6/2026).

Adapun wirid yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  • Surat al-Fatihah sebanyak tujuh kali
  • Surat al-Ikhlas sebanyak tujuh kali
  • Surat al-Falaq sebanyak tujuh kali
  • Surat an-Nas sebanyak sebanyak tujuh kali

Imam Al-Ghazali menyebut bacaan-bacaan itu menjadi benteng dan memelihara seseorang dari gangguan setan, mulai dari hari Jumat saat mewiridkannya hingga Jumat berikutnya. 

Setelah membaca surat-surat tersebut, dianjurkan untuk melanjutkannya dengan membaca doa di bawah ini.

اَللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allâhumma yâ ghaniyyu yâ hamîd, yâ mubdi’u wa yu‘îd, yâ rahîmu yâ wadûd. Aghninî bi halâlika ‘an harâmik, wa thâ‘atika ‘an ma‘shiyatik, wa bi fadhlika ‘an man siwâka.

Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Pencipta, Maha Kuasa Mengembalikan, Maha Penyayang, dan Maha Kasih. Cukupi aku dengan harta halal-Mu, bukan dengan yang haram. Isilah hari-hariku dengan taat kepada-Mu, bukan mendurhakai-Mu. Cukupi diriku dengan karunia-Mu, bukan selain-Mu.

Sesudahnya, dianjurkan untuk meneruskan amalan tersebut dengan shalat dua rakaat atau enam rakaat (satu salam setiap dua rakaat). Hal demikian berdasarkan hadits Rasulullah yang meriwayatkan tentang hal itu dalam berbagai kesempatan.

Ustadz Mahbib menjelaskan bahwa Imam Al-Ghazali juga menganjurkan agar tetap berada di masjid hingga Ashar atau bahkan Maghrib. Hal ini mengingat adanya waktu rahasia di hari Jumat yang sangat mustajab.

“Barangkali dengan tetap berada di masjid, kita mendapati momen spesial itu pas ketika kita sedang khusyuk-khusyuknya, merendahkan diri kepada Allah. Tentu saja selama di masjid tak disarankan kita bergabung di forum ngobrol atau majelis yang mubazir, kecuali forum keilmuan yang kian mendekatkan diri kita kepada Allah dan semakin menjauhkan ikatan hati kita kepada dunia,” pungkas Ustadz Mahbib.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.