Fri,24 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. 10 Bangunan Gereja Tertinggi di ASEAN: Ada Katedral Jakarta!

10 Bangunan Gereja Tertinggi di ASEAN: Ada Katedral Jakarta!

10-bangunan-gereja-tertinggi-di-asean:-ada-katedral-jakarta!
10 Bangunan Gereja Tertinggi di ASEAN: Ada Katedral Jakarta!
service

Gereja Katedral Jakarta | Rantemario/WikimediaCommons


Asia Tenggara terkenal dengan keragaman budaya dan lanskap alam yang mempesona. Namun, kawasan ini juga memiliki lanskap arsitektur yang sangat indah dan ikonik.

Salah satu simbol arsitektur yang mencuri perhatian adalah bangunan gereja dengan menara-menaranya yang menjulang tinggi. Hal ini sangat unik mengingat ASEAN menjadi rumah bagi masyarakat dari berbagai macam suku dan ras dengan kebudayaan, bahasa, agama, dan kebiasaan yang berbeda-beda.

Data yang dirangkum oleh SeasiaStats, ada 10 bangunan gereja tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Menariknya, dari 10 gereja itu, ada dua gereja di Indonesia yang masuk daftar.

Kira-kira, gereja apa saja yang masuk daftar sebagai gereja tertinggi di Asia Tenggara?

Daftar 10 Bangunan Gereja Tertinggi di Asia Tenggara

Di bawah ini adalah daftar 10 gereja tertinggi di ASEAN berdasarkan struktur fisik bangunannya dilansir dari SeasiaStats:

  1. Lang Van Church (Vietnam) — 127 meter
  2. St. Andrew’s Cathedral (Singapura) — 63,1 meter
  3. Saigon Notre-Dame Basilica (Vietnam) — 60,5 meter
  4. Gereja Katedral Jakarta (Indonesia) — 60 meter
  5. Sta. Clara de Montefalco Church (Filipina) — 57 meter
  6. Graha Maria Annai Velangkanni (Indonesia) — 55 meter
  7. National Shrine of Our Lady of Perpetual Help / Baclaran (Filipina) — 52 meter
  8. Phu Nhai Basilica (Vietnam) — 44 meter
  9. St. John’s Cathedral (Malaysia) — 35–40 meter
  10. Nha Trang Cathedral (Vietnam) — 38 meter

Dari daftar di atas, tampak Gereja Katedral Jakarta menduduki posisi ke-4 sebagai gereja tertinggi di ASEAN. Selain itu, ada juga Graha Maria Annai Velangkanni di Medan, Sumatra Utara yang masuk di urutan ke-6.

Gereja Katedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta atau Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga memiliki menara kembar menjulang setinggi 60 meter. Diresmikan pada tahun 1901, bangunan bergaya Neo-Gotik ini dirancang oleh Pastor Antonius Dijkmans.

Keunikan utama Katedral Jakarta terletak pada material menaranya. Meskipun gaya Neo-Gotik identik dengan batu alam yang berat, menara Katedral Jakarta justru dibuat dari rangka besi tebal.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gempa bumi di wilayah Nusantara. Gereja Katedral yang cantik ini merupakan perpaduan antara keindahan arsitektur Eropa dan adaptasi geografis Indonesia.

Uniknya lagi, Gereja Katedral juga berdiri dan berhadapan langsung dengan Masjid Istiqlal. Dua tempat ibadah ini sering dijadikan rujukan sebagai percontohan toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Graha Maria Annai Velangkanni

Graha Maria Annai Velangkani | Ronald Tagra/WikimediaCommons

info gambar

Graha Maria Annai Velangkani | Ronald Tagra/WikimediaCommons


Graha Maria Annai Velangkanni terletak di Medan, Sumatra Utara. Berbeda dari gereja pada umumnya yang mengadopsi gaya Barat, gereja setinggi 55 meter ini justru dibangun dengan gaya arsitektur mirip kuil India-Mughal (Indo-Dravidia).

Gereja yang diresmikan pada tahun 2005 ini dirancang oleh Pastor James Bharataputra, S.J. Bangunan yang terdiri dari dua lantai ini dihiasi warna-warni cerah, ukiran detail, serta kubah bergaya khas India.

Konsep visual ini sengaja diusung untuk mencerminkan akulturasi budaya masyarakat keturunan Tamil di Medan, sekaligus menjadi tempat ziarah yang menyatukan nilai spritual, seni, dan keberagaman budaya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.