Mon,27 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Tak Hitung Metana, Data Emisi Industri Batubara Sebenarnya Lebih Tinggi

Tak Hitung Metana, Data Emisi Industri Batubara Sebenarnya Lebih Tinggi

tak-hitung-metana,-data-emisi-industri-batubara-sebenarnya-lebih-tinggi
Tak Hitung Metana, Data Emisi Industri Batubara Sebenarnya Lebih Tinggi
service

Data emisi gas rumah kaca (GRK) dari industri batubara masih belum akurat.  Selama ini, pemerintah terlalu fokus pada karbon dioksida (CO2), sedang, beberapa emisi, seperti metana (CH4), banyak yang tak tercatat. Riset Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) bersama Publish What You Pay (PWYP) mengungkapkan itu. Sebelumnya, Kajian EMBER pada 2024 menyebut, emisi tambang batubara berpotensi delapan kali lebih besar dari data resmi yang pemerintah Indonesia keluarkan. Astrid Meliala, dari EITI, menyebut, emisi GRK industri itu termasuk dinitrogen oksida (N2O), hydrofluorocarbons (HFCs), perfluorocarbons (PFCs), sulfur heksafluorida (SF6), dan metana. Sementara, metana tambang batubara, menurut kajian EMBER, memiliki dampak yang lebih besar terhadap perubahan iklim ketimbang CO2. Dia menjelaskan sumber GRK perusahaan batubara terbagi menjadi tiga. Pertama, emisi langsung dari operasi perusahaan. Kedua, emisi tidak langsung, yaitu berupa pembelian listrik, panas, dan uap yang perusahaan gunakan. Ketiga, emisi selama aktivitas di rantai pasok. Metana merupakan salah satu GRK dari kelompok pertama yang perusahaan batubara hasilkan sebagai emisi fugitive, yaitu gas yang terlepas dari lapisan batubara selama proses ekstraksi. “Sayangnya, metana ternyata tidak termasuk dalam parameter yang dimultiplikasi oleh pemerintah.” Indonesia sebenarnya sudah punya berbagai kebijakan yang mengatur pelaporan emisi. Salah satunya, Peraturan Presiden 98/2021. Pada implementasinya, perusahaan masih menggunakan metodologi dan teknologi pelaporan yang berbeda-beda, sehingga menghasilkan data yang tidak konsisten. Belum lagi, ada masalah transparansi data. Meski pemerintah telah memiliki berbagai aplikasi pada sistem pelaporan emisi, namun data tersebut belum bisa publik akses secara langsung. Sebab, datanya bersifat internal untuk pemerintah dan perusahaan. Seharusnya, kata Astrid, data itu terbuka agar masyarakat…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.