Sat,9 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Bayi Meninggal Saat Lahir: Perawatan Ibu yang Berduka dan Pencegahan Infeksi Payudara

Bayi Meninggal Saat Lahir: Perawatan Ibu yang Berduka dan Pencegahan Infeksi Payudara

bayi-meninggal-saat-lahir:-perawatan-ibu-yang-berduka-dan-pencegahan-infeksi-payudara
Bayi Meninggal Saat Lahir: Perawatan Ibu yang Berduka dan Pencegahan Infeksi Payudara
service

Mubadalah.id – Sebagian perempuan lebih berisiko kesulitan dalam persalinan serta dirundung problema kesehatan jasmani maupun rohani sesudah bayi mereka lahir, lagi pula bayi pun lebih mungkin memiliki kesehatan yang buruk.

Yang biasa mengalami kesulitan ini adalah ibu-ibu yang tidak bersuami, sangat miskin, sangat muda, menyandang keterbelakangan mental, atau yang sudah punya anak-anak yang kurang gizi, sementara mereka sendiri juga kekurangan gizi.

Bila Bayi Meninggal

Sebagian besar perempuan mengalami kehamilan dan kelahiran yang sehat dan cukup mudah, bayi-bayi mereka pun sehat-sehat. Namun, kadangkala, tidak peduli apa pun yang telah diusahakannya, bayi yang lahir tetap tidak tertolong dan meninggal.

Si ibu akan mengalami kepedihan. Ia merasa sangat kehilangan. Padahal, saat itu ia habis bersalin dan membutuhkan banyak istirahat serta perawatan kesehatan yang baik. Meski bayinya telah tiada, ia harus tetap memulihkan tenaga seperti ibu-ibu lain.

Tidak ada bayi yang menyusu padanya, karenanya payudara sang ibu mungkin akan nyeri dan terasa bengkak, khususnya di hari ke-3 sesudah persalinan ketika ASI mengumpul di sana. Kompreslah dengan kain yang dicelup air dingin.

Selain itu, si ibu harus:

Pertama, jangan memerah payudara untuk mengeluarkan ASI pertama yang warnanya kekuningan (kolostrum) maupun ASI biasa yang putih. Kalau ASI yang terlanjur mengumpul ibu keluarkan, tubuhnya malah akan memproduksi lebih banyak lagi.

Kedua, awasi tanda-tanda infeksi payudara dan segera rawat bila ada. Ketiga, tunggu setidaknya 3 bulan lagi sebelum mencoba hamil kembali: tubuh butuh istirahat. Keempat, secepat mungkin laksanakan KB agar jangan hamil terlalu cepat.

Beri waktu kepada si ibu yang berduka untuk mengikis rasa sedihnya. Ia butuh perhatian, hiburan, dukungan, dan bantuan perawatan. []

*)Sumber TulisanBuku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 127.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.