Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Para Pencari Kepiting Bakau di Hutan Mangrove Pesisir Bangkalan

Para Pencari Kepiting Bakau di Hutan Mangrove Pesisir Bangkalan

para-pencari-kepiting-bakau-di-hutan-mangrove-pesisir-bangkalan
Para Pencari Kepiting Bakau di Hutan Mangrove Pesisir Bangkalan
service

Bertelanjang dada, Rosidi dan Wawan Setiawan duduk santai di pondok kayu di antara rimbunan hutan mangrove dan tambak di pesisir Desa Tengket, Arosbaya, Bangkalan, Jawa Timur (Jatim). Mereka tengan beristirahat setelah menabur pentor, alat tangkap tradisional terbuat dari jaring dan kawat berbentuk persegi panjang berukuran 40x8x6. Rosidi,  berasal dari Kecamatan Omben, Sampang. Lebih dari 10 tahun ini dia meninggalkan kampung halaman bersama istrinya untuk bekerja mencari kepiting bakau di Bangkalan. Dia sewa rumah jadi tempat tinggal sementara. “Re sarean, pak,” katanya, Minggu (10/5/26) siang itu. Maksudnya adalah berusaha mencari nafkah.  Rosidi mengatakan, pendapatan dari menangkap kepiting tak tetap. Bila beruntung, dia bisa dapat lima kilogram sehari. Hingga siang itu, dia baru mendapat 15 kepiting atau sekitar 1,5 kilogram yang telah dia ikat dengan rafia. Usai istirahat siang, dia kembali mengangkat bubu dan mendapat lima lagi.  Wawan dapat sembilan kepiting. Rosidi punya 50 pentor dan Wawan 35 pentor. Pentor bukan satu-satunya alat mereka untuk menangkap kepiting. Ada juga cara lain, bergantung pasang surut air laut.  Misal, dengan metode lu gellu. Yakni, menggunakan besi panjang berdiameter enam milimeter yang dibengkokkan pada bagian ujung untuk memaksa keluar kepiting yang bersembunyi di balik rongga-rongga.  Cara terakhir ini mereka lakukan ketika laut surut.  Dengan menggunakan sepatu air, celana panjang, kaos lengan panjang, dan topong, Rosidi dan Wawan menelusuri celah-celah mangrove, bebatuan, lumpur, satu per satu. Pohon mangnrove yang ditanam di antara tambak ikan di pesisir Bangkalan. Foto: Moh. Tamimi/Mongabay Indonesia. Pindah-pindah tempat Rosidi dan Wawan kerap pindah tempat untuk menangkap kepiting. Aktivitas itu biasa mereka…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.