Sun,2 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Menempuh Ribuan Kilometer, Perjalanan Satwa Migran Kian Berbahaya

Menempuh Ribuan Kilometer, Perjalanan Satwa Migran Kian Berbahaya

menempuh-ribuan-kilometer,-perjalanan-satwa-migran-kian-berbahaya
Menempuh Ribuan Kilometer, Perjalanan Satwa Migran Kian Berbahaya
service

Setiap tahun, berbagai satwa menempuh perjalanan panjang melintasi laut, daratan, dan batas negara. Burung terbang mengikuti jalur musiman, paus berpindah melintasi samudra, sementara hiu dan ikan bermigrasi mencari makanan atau tempat berkembang biak. Namun, perjalanan alami yang telah berlangsung selama ribuan tahun itu kini semakin berbahaya. Konferensi Para Pihak ke-15 Konvensi Spesies Migran atau COP15 CMS di Brasil menetapkan peningkatan perlindungan terhadap 40 spesies migran. Daftar tersebut mencakup burung, hewan darat, dan satwa akuatik seperti hiu, paus, serta ikan. Dengan penambahan itu, CMS kini mencakup sekitar 1.200 spesies unik. Appendix I CMS memuat spesies migran yang terancam punah di alam liar dan memerlukan perlindungan ketat. Sementara itu, Appendix II berisi spesies yang konservasi serta pengelolaannya membutuhkan kerja sama internasional. Sejumlah satwa yang mendapat perhatian lebih besar antara lain hyena bergaris, burung hantu salju, berang-berang raksasa, dan hiu martil besar. Tindakan konservasi terkoordinasi juga diarahkan pada hiu harimau pasir, hiu raksasa, hiu biru, paus sperma Pasifik Tropis Timur, beberapa jenis lumba-lumba, serta seluruh spesies ikan manta dan ikan setan. Ancaman terhadap satwa migran datang dari berbagai arah. Habitat yang menjadi tempat mereka makan, beristirahat, dan berkembang biak terus menyusut. Eksploitasi berlebihan, perubahan iklim, polusi plastik, kebisingan bawah air, perburuan ilegal, tangkapan sampingan perikanan, dan pencemaran laut mempercepat penurunan populasi. Penambangan laut dalam juga menjadi perhatian. Aktivitas tersebut dapat menghasilkan sedimen dan limbah yang mengganggu navigasi, pola makan, serta ketersediaan mangsa. Partikel yang tercemar logam juga berpotensi masuk ke rantai makanan. Selain itu, pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan kerusakan habitat, kebisingan, dan risiko…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.