Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Opini: Pembasahan Gambut Bukan Hanya Masalah Lingkungan, Tapi Investasi untuk Kesehatan Publik

Opini: Pembasahan Gambut Bukan Hanya Masalah Lingkungan, Tapi Investasi untuk Kesehatan Publik

opini:-pembasahan-gambut-bukan-hanya-masalah-lingkungan,-tapi-investasi-untuk-kesehatan-publik
Opini: Pembasahan Gambut Bukan Hanya Masalah Lingkungan, Tapi Investasi untuk Kesehatan Publik
service

Setiap musim kemarau, sebagian warga di Sumatra dan Kalimantan biasanya kembali menjalani ‘ritual’ yang seharusnya sudah berakhir: mata perih, napas sesak, sekolah diliburkan, penerbangan tertunda, dan masker menjadi barang wajib. Fenomena itu sering disebut sebagai ‘kabut asap’, seolah sesuatu yang wajar dan telah lama kita terima. Padahal asap itu bukan hasil peristiwa alam, melainkan konsekuensi dari tata kelola lahan gambut yang keliru. Gambut dikeringkan dan dikonversi, lalu menjadi sangat rentan terbakar. Indonesia sendiri memiliki gambut tropis yang menyimpan cadangan karbon sangat besar dan berperan sebagai “spons” lanskap: menyimpan air saat hujan dan melepaskannya perlahan saat kering. Ketika gambut dikeringkan untuk perkebunan atau pembukaan lahan, proses oksidasi meningkat, permukaan tanah ambles (subsidence), dan risiko kebakaran melonjak. Pengelolaan gambut seharusnya tidak lagi dipandang sebagai program lingkungan semata, program pembasahan kembali gambut (rewetting) adalah bagian dari investasi kesehatan publik. Api di gambut tidak selalu terlihat; ia bisa merambat di bawah permukaan, sulit dipadamkan, dan menghasilkan asap pekat berhari-hari. Asap yang terhirup itu pun bukan hanya dirasakan oleh mereka yang tinggal dekat titik api. Partikel halus (PM2.5) dari kebakaran gambut dapat terbawa angin lintas kabupaten, provinsi, bahkan lintas negara. Studi tentang dampak kebakaran gambut di Indonesia menunjukkan beban kesehatan yang jauh dari kecil: sebuah kajian menghitung bahwa polusi PM2.5 dari kebakaran gambut menyebabkan, rata-rata, sekitar 33.100 kematian dini pada orang dewasa dan 2.900 kematian dini pada bayi setiap tahun (untuk Sumatra dan Kalimantan), disertai ribuan rawat inap, ratusan ribu kasus asma berat pada anak, serta jutaan hari kerja yang hilang (Hein dkk., 2022). Ketika…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.