Mon,27 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. In This Economy Bebas Bau Badan Tak Harus Mahal: Tawas Terbukti Ampuh Secara Ilmiah 

In This Economy Bebas Bau Badan Tak Harus Mahal: Tawas Terbukti Ampuh Secara Ilmiah 

in-this-economy-bebas-bau-badan-tak-harus-mahal:-tawas-terbukti-ampuh-secara-ilmiah 
In This Economy Bebas Bau Badan Tak Harus Mahal: Tawas Terbukti Ampuh Secara Ilmiah 
service

Bincangperempuan.com- Pernahkah kamu terjebak dalam pusaran deodorant anxiety? Punya masalah bau ketiak, pas pakai deodoran yang wanginya semerbak, aromanya malah tabrakan sama bau badan asli—bikin baunya makin aneh dan mengganggu orang sekitar. Giliran coba pakai deodoran unscented (tanpa wangi), siang sedikit ketiak malah jebol dan bau kecut mulai mengintip.

Pilihan produk di pasaran makin mahal, tapi solusinya malah zonk. Padahal, ada satu opsi murah ceria alias “murce” yang sudah ada berabad-abad dan efektivitasnya diakui oleh sains modern. Kenalan sama Potassium Alum, yang lebih akrab kita panggil dengan nam “tawas”.

Dari Ramuan Nenek Moyang hingga Tren “Crystal Deodorant” Global

Tawas bukan barang baru. Penggunaannya bahkan bisa ditarik mundur hingga zaman Mesir dan Yunani Kuno sekitar 1500 SM, di mana mineral vulkanis ini diandalkan sebagai antiperspiran alami dan pengikat warna pakaian. Di Indonesia sendiri, sejak lama masyarakat menggunakan bongkahan kristal tawas setelah mandi untuk menjaga kesegaran ketiak seharian. Selain untuk deodoran, tawas juga dimanfaatkan secara tradisional untuk menjernihkan air sumur yang keruh berkat sifat flokulasinya yang mengikat partikel kotoran. Di desa-desa, tawas menjadi andalan karena mudah didapat dan harganya sangat terjangkau.

Saat sebagian orang menganggap tawas sebagai barang “kuno” atau “ndeso”, industri kecantikan di Barat justru mendewakannya. Tawas dikemas secara estetis dengan nama crystal deodorant atau mineral deodorant stone. Produk ini dipasarkan sebagai deodoran alami yang bebas paraben, bebas toksin, dan ramah lingkungan. Harganya di Indonesia pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 8.000 sampai dengan Rp 20.000 saja. Di negara-negara maju, crystal deodorant dijual di retail modern dengan harga yang masih terjangkau, terutama dalam bentuk batu kristal yang bisa bertahan berbulan-bulan.

Baca juga: Faktor Penyebab Bau Ketek dan Cara Mengatasinya

Apa Kata Riset Ilmiah? (Bukan Sekadar Mitos)

Banyak produk mengeklaim bisa menghilangkan bau badan hanya bermodal visual iklan. Tawas tidak memerlukan itu, karena telah memiliki pembuktian biokimia yang solid.

Secara biologis, keringat yang keluar dari kelenjar ketiak kita itu sebenarnya tidak berbau. Bau tidak sedap baru muncul saat bakteri di ketiak melakukan proses biotransformasi—alias memakan molekul keringat tersebut dan mengubahnya menjadi senyawa asam volatil yang aromanya tajam.

Sebuah studi laboratorium in vitro yang diterbitkan di Journal of Clinical and Health Sciences menguji efektivitas tawas terhadap bakteri penyebab bau ketiak utama menggunakan parameter Minimum Inhibitory Concentration (MIC)—yaitu konsentrasi terkecil yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Semakin rendah nilai MIC, semakin efektif tawas membunuh bakteri tersebut

Berikut hasil urutan keampuhan tawas:

  • Corynebacterium xerosis (MIC: 1,88 mg/mL) — Bakteri utama penyebab bau asam dan kecut. Ia paling sensitif terhadap tawas.
  • Micrococcus luteus (MIC: 3,75 mg/mL) — Dihambat efektif sebelum merusak aroma tubuh.
  • Bacillus subtilis (MIC: 5,00 mg/mL) — Pertumbuhannya ditekan dengan baik.
  • Staphylococcus epidermidis (MIC: 7,50 mg/mL) — Paling tangguh, tapi tetap dapat dihambat total.

Pada konsentrasi 7,50 mg/mL, tawas memberikan penghambatan 100% terhadap semua bakteri uji. Mekanismenya sederhana namun efektif: tawas membentuk lapisan asam tipis di permukaan kulit yang mendenaturasi protein pada membran sel bakteri, sehingga bakteri tidak dapat berkembang biak. Tawas tidak menyumbat pori-pori seperti antiperspiran konvensional, melainkan bekerja sebagai antimikroba alami sambil membiarkan tubuh berkeringat secara normal.

Studi lain dan tinjauan komprehensif juga mendukung peran tawas sebagai agen deodoran yang aman dan efektif melalui sifat antimikroba dan astringen ringan.

Apakah Tawas Punya Efek Samping?

Sebagai konsumen cerdas, kita harus melihat kedua sisi. Potassium alum umumnya lebih aman daripada aluminum chlorohydrate pada deodoran konvensional karena ukuran molekulnya yang besar sehingga sulit terserap ke dalam aliran darah. Merangkum dari Healthline, berikut ini beberapa hal yang perlu diwaspadai.

  • Iritasi fisik: Batu tawas yang kasar atau memiliki sudut tajam dapat menyebabkan luka mikro pada kulit ketiak yang sensitif.
  • Kulit kering berlebih: Sifat astringennya menyerap kelembapan, sehingga penggunaan berlebihan bisa membuat kulit terasa kering.
  • Iritasi setelah bercukur: Hindari pemakaian segera setelah mencukur atau saat kulit sensitif.
  • Reaksi alergi jarang: Beberapa orang mengalami ruam, gatal, atau kemerahan.

Baca juga: Mengapa Bau Ketek Perempuan Masih Menjadi Tabu?

Tips Aman Penggunaan: Biar Efektif & Bebas Iritasi

  • Aplikasikan saat lembap: Gunakan langsung setelah mandi pada kulit ketiak yang masih agak basah. Jika menggunakan tawas batu, basahi dulu ujung kristalnya dengan sedikit air sebelum diusap.
  • Pilih bentuk stick atau spray: Format tawas cair (spray) atau batu yang sudah dipoles halus (stick) jauh lebih direkomendasikan untuk meminimalkan risiko luka mikro pada kulit.
  • Jangan digosok berlebihan! Ini poin paling penting. Jika memakai tawas batang, usap secara lembut dan perlahan. Menggosok tawas terlalu keras atau kasar ke kulit ketiak justru memicu inflamasi dan trauma mekanis. Bukannya bersih, ketiakmu malah bisa mengalami hiperpigmentasi alias berubah jadi hitam.
  • Ketahui batasan kulit: Cukup gunakan sekali sehari. Jika muncul tanda-tanda kemerahan, rasa perih, atau gatal, segera hentikan pemakaian.
  • Pahami fase adaptasi: Saat beralih dari antiperspiran komersial ke tawas, tubuh biasanya butuh waktu transisi beberapa hari. Keringat mungkin akan terasa sedikit lebih banyak di awal, tetapi bakteri penyebab bau akan tetap lumpuh total.

Pada akhirnya, merawat kebersihan tubuh bukan sekadar urusan penampilan, tetapi juga menjaga bau tubuh tidak mengganggu kenyamanan orang-orang di sekitar kita. Tawas mungkin hadir sebagai opsi yang super hemat, alami, dan keampuhannya diakui oleh sains modern. Dengan harga yang sangat murah, sebatang tawas bahkan bisa bertahan hingga berbulan-bulan—sebuah investasi kebersihan yang sangat ramah kantong.

Tentu saja, karena kimia tubuh tiap orang unik, hasil akhirnya bisa bervariasi. Jika masalah bau badan tergolong ekstrem, tawas wajib dikombinasikan dengan perbaikan gaya hidup, seperti rutin berolahraga dan membatasi konsumsi makanan pemicu bau (seperti makanan pedas dan bawang). 

Referensi:

  • Al-Talib, H., Mohd Nasir, N. I. S., Yaziz, H., Zulkafli, N., Adani, N., Rashidi, A., Murugaiah, C., & Shaari, S. (2016). Potassium aluminium sulphate (alum) inhibits growth of human axillary malodor-producing skin flora in vitro. Journal of Clinical and Health Sciences, 1(1), 59. https://doi.org/10.24191/jchs.v1i1.5854
  • Cronkleton, E. (2024, August 22). Is crystal deodorant safer than antiperspirant, and how does it work? Healthline. https://www.healthline.com/health/crystal-deodorant 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.