Tue,14 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Apakah Tokek Lebih Nyaman Hidup Dekat Manusia?

Apakah Tokek Lebih Nyaman Hidup Dekat Manusia?

apakah-tokek-lebih-nyaman-hidup-dekat-manusia?
Apakah Tokek Lebih Nyaman Hidup Dekat Manusia?
service

Benarkah tokek lebih suka hidup di sekitar manusia ketimbang hutan? Pertanyaan tersebut mendorong para peneliti menyusuri Pulau Tidung, Pulau Pari, dan Pulau Untung Jawa di Kepulauan Seribu, untuk membuktikan anggapan tersebut Hasilnya menunjukkan bahwa dinding rumah, tiang listrik, hingga pepohonan di sekitar permukiman manusia jadi habitat yang paling sering ditempati tokek. Temuan tersebut membuka cara pandang kita tentang kemampuan reptil yang dikenal Gekko gecko ini beradaptasi di tengah perubahan bentang alam. Muhammad Fakhri Fauzan (31), peneliti utama dalam studi yang dipublikasikan di Jurnal Biologi Indonesia (2022), menjelaskan temuan paling menarik tak sekedar jumlah individu, tetapi juga  kemampuan tokek beradaptasi. “Hampir setiap tiang listrik yang kami lewati ada tokeknya,” jelas Fakhri, kandidat doktor Biosains Hewan, IPB University, Jum’at (10/7/26). Penelitian bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan IPB itu, mencatat 273 individu tokek melalui pengamatan langsung. Berdasarkan kepadatan populasi, tim memperkirakan daratan Kepulauan Seribu dihuni sekitar 11.930 individu dengan kepadatan rata-rata 13,6 individu per hektar. Habitat tokay gecko sebenarnya berada di kawasan hutan. Namun, perubahan bentang alam membuat satwa nokutrnal ini beradaptasi dengan lingkungan permukiman. “Kondisi yang menguntungkan bagi mereka.” Tokek rumah yang sering terdengar keras suaranya. Foto: Falahi Mubarok/Mongabay Indonesia. Menurut Fakhri, lampu-lampu rumah yang menyala malam hari menarik kehadiran berbagai serangga mulai ngengat, laron, hingga kumbang. Bagi reptil yang masuk CITES Apendiks II ini, kondisi tersebut menyediakan sumber pakan melimpah. “Tokek hanya menunggu mangsa datang.” Bangunan juga menjadi tempat berlindung. Celah dinding, rongga di balik atap, hingga lubang pada tiang listrik merupakan lokasi aman untuk tokek beristirahat dan…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.