Thu,16 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Setelah Harimau Jawa Punah, Apakah Macan Tutul Mengalami Nasib yang Sama?

Setelah Harimau Jawa Punah, Apakah Macan Tutul Mengalami Nasib yang Sama?

setelah-harimau-jawa-punah,-apakah-macan-tutul-mengalami-nasib-yang-sama?
Setelah Harimau Jawa Punah, Apakah Macan Tutul Mengalami Nasib yang Sama?
service

Pulau Jawa telah kehilangan harimau jawa. Kini, hanya satu kucing besar yang masih menjadi penguasa hutan: macan tutul jawa (Panthera pardus melas). Di tengah pulau yang menjadi rumah bagi lebih dari 150 juta manusia, predator ini ternyata masih mampu bertahan. Namun, kemampuan adaptasi yang luar biasa itu memiliki batas. Salah satu fakta menarik tentang macan tutul jawa adalah statusnya yang sangat istimewa. Ia merupakan satu dari sembilan subspesies macan tutul yang diakui di dunia dan hanya ditemukan di Pulau Jawa. Meski secara fisik tampak mirip dengan macan tutul dari Afrika atau India, perbedaan di antara mereka baru benar-benar terlihat melalui analisis genetik. Macan tutul jawa juga menyimpan teka-teki lain yang sering disalahpahami. Banyak orang mengira macan kumbang adalah spesies berbeda. Padahal, macan kumbang hanyalah macan tutul jawa yang mengalami melanisme, kelainan genetik yang membuat bulunya tampak hitam. Jika diperhatikan dari dekat, corak tutulnya tetap terlihat samar. Menariknya lagi, sifat melanisme ini diduga menjadi hasil adaptasi terhadap hutan tropis Jawa yang teduh, sekaligus menjadi ciri khas yang tidak ditemukan pada subspesies macan tutul lain. Kemampuan bertahan hidup satwa ini juga mengesankan. Tidak seperti predator yang bergantung pada satu jenis mangsa, macan tutul jawa adalah pemburu oportunis. Tikus, burung, monyet, rusa, hingga babi hutan dapat masuk ke dalam menu makanannya. Fleksibilitas inilah yang membuatnya mampu bertahan di habitat yang terus berubah. Namun, kehebatan tersebut tidak cukup untuk melawan ancaman terbesar: hilangnya hutan. Menurut Hendra Gunawan, Peneliti Utama Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), populasi macan tutul jawa…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.