Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, bertemu dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan dalam pertemuan itu, di antaranya kesehatan pelajar dan santri, penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas, serta isu Water, Sanitation and Hygiene (WASH) yang berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat, lingkungan pesantren, dan pencegahan penyakit.
Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa salah satu program prioritas pemerintah di bidang kesehatan adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta percepatan penanggulangan penyakit menular, terutama tuberkulosis (TBC). Menurutnya, kolaborasi dengan NU menjadi penting mengingat organisasi tersebut memiliki jaringan yang luas hingga ke tingkat akar rumput.
“Penting sekali untuk bisa bekerja sama dengan NU sebagai ormas terbesar di Indonesia,” ujar Menkes.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa PBNU memiliki komitmen kuat untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dalam melayani masyarakat, termasuk di sektor kesehatan.
“PBNU berkomitmen dan sudah membuktikan komitmennya untuk bekerja bersama pemerintah melayani masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Di antara contohnya adalah vaksinasi Covid-19 dan penurunan stunting,” ujar Gus Yahya.
Ia juga menyatakan kesiapan PBNU untuk berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dalam menyukseskan Program Cek Kesehatan Gratis. Menurutnya, program tersebut sangat strategis untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan penyakit, serta memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk santri dan pelajar.
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Ulun Nuha, yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan bahwa sejak 2025 Kemenko PMK telah membangun sinergi antara Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU dalam penyelenggaraan Program Cek Kesehatan Gratis bagi santri di sejumlah daerah.
“Sejak tahun 2025, Kemenko PMK telah menggalang sinergi antara Kemenkes, Kemenag, dan RMI PBNU untuk mengadakan CKG Santri di beberapa daerah, termasuk di Pesantren Lirboyo dan Ploso, Kediri. Diharapkan tahun ini pelaksanaan CKG Santri bisa lebih masif lagi,” ujar Ulun Nuha.
Melalui kolaborasi tersebut, PBNU dan Kementerian Kesehatan diharapkan dapat memperkuat upaya promotif, preventif, dan kuratif di tengah masyarakat. Dengan jaringan pesantren, madrasah, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, serta struktur organisasi NU yang tersebar di berbagai daerah, program-program prioritas pemerintah di bidang kesehatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, efektif, dan berkelanjutan.




Comments are closed.