Mubadalah.id – Organ reproduksi laki-laki lebih mudah diamati karena hampir semua letaknya di sebelah luar tubuh. Buah pelir (testicles) menghasilkan hormon utama dalam tubuh laki-laki.
Nama hormon ini “testosteron”. Bila seorang anak laki-laki memasuki masa puber, tubuhnya mulai menghasilkan testosteron lebih banyak dan membuat tubuhnya berubah makin menyerupai laki-laki dewasa.
Buah pelir juga menghasilkan sperma. Pada masa remaja atau puber, tubuh lelaki mulai memproduksi sperma ini dan jumlahnya makin banyak ketika ia makin bertambah usia.
Sperma yang dihasilkan oleh buah pelir kemudian menyusuri sebuah saluran yang ada di bagian dalam penis. Di situ sperma bercampur dengan cairan khusus yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar khas lelaki.
Campuran cairan atau lendir ini dengan sperma disebut air mani (semen). Ketika laki-laki mengalami klimaks atau orgasme pada saat hubungan seks, air mani keluar dari penisnya.
Dalam tiap tetes air mani terdapat ribuan sel sperma yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Sebagian besar sel itu tidak akan mencapai rahim untuk membuahi sel telur perempuan. Sel yang mampu bertahan memasuki rahim dan membuahi sel telur perempuan jumlahnya hanya satu akan menghasilkan janin.
Kehamilan: Anak Perempuan atau Laki-laki?
Dari seluruh sperma yang tubuh lelaki hasilkan, separuhnya adalah sperma yang memungkinkan terbentuknya janin lelaki dan separuhnya lagi janin perempuan.
Hanya satu sel sperma saja yang akan masuk ke rahim dan membuahi sel telur perempuan. Kalau sel ini sel lelaki, janinnya akan berjenis kelamin laki-laki, kalau selnya sel perempuan, maka janinnya akan perempuan pula.
Kebanyakan masyarakat lebih menghargai laki-laki ketimbang perempuan. Karena itu, banyak keluarga lebih memilih memiliki anak lelaki dan kecewa bila bayi yang lahir ternyata perempuan. Ini sama sekali tidak adil. Seharusnya anak perempuan pun kita hargai setara dengan anak laki-laki.
Banyak masyarakat yang cenderung menyalahkan si ibu (perempuan) bila ternyata bayinya perempuan. Ini merupakan sikap yang sangat tidak adil, lagipula tidak ada landasan yang kuat.
Sang ibu tidak bisa kita salahkan jika melahirkan bayi perempuan, karena sperma si bapak (laki-laki) adalah penentu apakah bayinya laki-laki ataukah perempuan!
Perubahan Dalam Tubuh Perempuan
Tubuh perempuan mengalami banyak perubahan penting sepanjang hidupnya. Pada masa puber, kehamilan dan menyusui, serta saat kemampuannya untuk melahirkan keturunan telah usai (menopause).
Pada masa subur, tubuhnya mengalami perubahan setiap bulan sebelum, selama, dan sesudah haid. Bagian-bagian tubuh yang berubah adalah vagina, rahim, indung telur, saluran fallopian, dan payudara, yakni organ-organ reproduktifnya. Banyak perubahan yang karena zat-zat kimiawi tertentu, namanya hormon. []
*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Bruns dkk hlm 62.





Comments are closed.