Fri,28 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Cara Menghitung Perkiraan Waktu Kelahiran Berdasarkan Siklus Menstruasi

Cara Menghitung Perkiraan Waktu Kelahiran Berdasarkan Siklus Menstruasi

cara-menghitung-perkiraan-waktu-kelahiran-berdasarkan-siklus-menstruasi
Cara Menghitung Perkiraan Waktu Kelahiran Berdasarkan Siklus Menstruasi
service

Mubadalah.id – Menentukan perkiraan waktu kelahiran tidak selalu harus menggunakan kalender. Bagi ibu yang tidak memiliki kalender atau tidak mengingat tanggal secara pasti, perkiraan usia kehamilan dan waktu persalinan dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain menggunakan siklus datang bulan, mengukur ukuran rahim, dan pemeriksaan sonogram atau ultrasonografi (USG).

Menggunakan Siklus Datang Bulan

Salah satu cara sederhana untuk memperkirakan tanggal kelahiran adalah menggunakan siklus datang bulan. Cara ini dapat digunakan jika ibu memiliki siklus menstruasi yang relatif teratur, yakni sekitar satu kali dalam empat minggu.

Dengan perhitungan tersebut, bayi akan lahir sekitar sepuluh bulan setelah hari pertama datang bulan terakhir. Karena itu, ibu perlu mengingat atau mencatat kapan hari pertama menstruasi terakhir terjadi. Informasi tersebut dapat membantu memperkirakan usia kehamilan sekaligus perkiraan waktu persalinan.

Selain menggunakan hitungan bulan secara umum, perkiraan tersebut dalam sumber lama juga telah kita jelaskan dengan menggunakan fase bulan.

Jika datang bulan ibu mulai pada perempat bulan, misalnya, bayi akan lahir sepuluh perempat bulan kemudian. Begitu pula apabila datang bulan mulai pada bulan baru, perkiraan kelahiran bisa kita hitung sepuluh bulan baru kemudian.

Sebagai contoh, jika datang bulan ibu mulai pada saat bulan purnama, bayi akan lahir sepuluh bulan purnama setelah hari pertama datang bulan terakhir tersebut. Perhitungan ini merupakan cara sederhana untuk memperkirakan waktu kelahiran berdasarkan pola menstruasi dan waktu terjadinya.

Namun, perkiraan menggunakan siklus datang bulan akan lebih mudah jika ibu memiliki siklus yang teratur. Bahkan, jika siklus menstruasi tidak teratur atau ibu tidak mengingat kapan menstruasi terakhir, maka cara lain untuk membantu menentukan usia kehamilan. []

*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, hlm 110.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.