Sun,30 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. #Aswaja
  3. Gus Mus: Pesantren Bukan Sekadar Tempat Transfer Ilmu, tapi Pendidikan Karakter

Gus Mus: Pesantren Bukan Sekadar Tempat Transfer Ilmu, tapi Pendidikan Karakter

gus-mus:-pesantren-bukan-sekadar-tempat-transfer-ilmu,-tapi-pendidikan-karakter
Gus Mus: Pesantren Bukan Sekadar Tempat Transfer Ilmu, tapi Pendidikan Karakter
service

Jombang, NU Online

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri  (Gus Mus) menegaskan bahwa pesantren pada hakikatnya merupakan lembaga pendidikan, bukan sekadar tempat pengajaran.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Halaqah Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) se-Indonesia, di Pondok Pesantren An-Najiyah 1 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Gus Mus, pengajaran hanya berfokus pada proses penyampaian atau pemindahan informasi dari guru kepada murid. Seseorang yang mendapatkan pengajaran tentang Al-Qur’an, fikih, atau hadist akan mengetahui berbagai informasi. Namun, pengetahuan itu belum tentu tercermin dalam perilakunya.

“Pengajaran jangan sekadar memindahkan informasi, tapi perilaku juga harus mencerminkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Pendidikan di pesantren memiliki tujuan yang lebih luas, yakni membentuk karakter dan memastikan ilmu yang dipelajari tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendidikan yang sejati itu ada pada keselarasan antara ucapan dan perbuatan, antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Mus berharap RMI sebagai wadah pesantren nahdliyin harus senantiasa menjaga esensi pesantren sebagai lembaga tarbiyah. Ia menilai figur kiai dan nyai memiliki posisi penting dalam membentuk karakter santri. Maka dari itu, RMI perlu memperbanyak ruang pertemuan antarpengasuh supaya terjalin ikatan kuat antarpesantren.

“RMI harus sering mempertemukan para pengasuh pesantren agar terjalin tabithah ma’ahid yang sebenarnya,” tuturnya.

Menurut Gus Mus, pertemuan antarpengasuh bukan berarti menyeragamkan seluruh metode pendidikan pesantren. Setiap pesantren tetap memiliki kekhasan dan cara masing-masing dalam mendidik santri. Akan tetapi, perbedaan metode tersebut perlu berada dalam satu kesatuan nilai, ideologi, tujuan dan keyakinan.

“Dengan itu ada kesatuan ideologi, tujuan, dan keyakinan di antara santri-santrinya, meskipun metode dan cara pengajarannya bisa berbeda-beda,” jelasnya.

Gus Mus mengingatkan bahwa pada masa lalu kiai memiliki peran yang sangat luas di tengah masyarakat. Kiai tidak hanya menjadi pengajar agama, tetapi juga tempat masyarakat berkonsultasi mengenai berbagai persoalan kehidupan, mulai dari urusan keluarga, spiritual, hingga persoalan pertanian.

“Dulu kiai merangkul seluruh aspek kehidupan masyarakat. Kiai menjadi pengajar, pembimbing sampai tempat berkonsultasi mengenai masalah pertanian,” pungkasnya.

Kontributor: Septy Aisah

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.