Thu,27 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Anak Mulai Malu Dipeluk dan Dicium Orang Tua di Depan Teman, Wajarkah?

Anak Mulai Malu Dipeluk dan Dicium Orang Tua di Depan Teman, Wajarkah?

anak-mulai-malu-dipeluk-dan-dicium-orang-tua-di-depan-teman,-wajarkah?
Anak Mulai Malu Dipeluk dan Dicium Orang Tua di Depan Teman, Wajarkah?
service

Jakarta

Seiring bertambahnya usia, anak mulai menunjukkan perubahan dalam cara mengekspresikan perasaan. Banyak di antaranya mulai malu dipeluk dan dicium orang tua di depan teman, Bunda.

Meski membuat orang tua bingung atau sedih, kondisi ini umumnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang wajar. Hal ini mungkin terjadi pada usia 10 tahun atau 16 tahun.

“Ini merupakan tahap perkembangan normal,” kata mantan direktur medis The Corner Health Center di Ypsilanti, Dr. Kathryn Bondy Fessler, dilansir Metro Parent.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banyak orang mengira, penolakan kasih sayang anak ke orang tua dianggap terkait dengan munculnya masa pubertas. Tapi menurut Fessler, anak malu dipeluk orang tua bisa karena keinginannya sendiri dan pengembangan kemandirian yang tidak disadari oleh anak.

“Saya pikir itu lebih berkaitan dengan usia berapa remaja memutuskan untuk lebih dekat mengidentifikasi diri dengan kelompok sebaya mereka,” ujar Fessler.

“Tugas remaja dan dewasa muda adalah memisahkan diri dari keluarga asal mereka dan mengidentifikasi diri dengan kelompok sebaya. Itulah yang seharusnya mereka lakukan,” sambungnya.

Beberapa anak biasanya memilih untuk tidak ingin terlihat di depan umum bersama orang tua mereka, sementara yang lain kurang terhubung dengan keluarganya. Hal itu juga bisa menjadi alasan anak enggan mengekspresikan dirinya di depan teman.

“Gangguan hubungan antara orang tua dan anak sering kali sangat mengganggu bagi orang dewasa. Saya berpendapat itu juga dapat mengganggu bagi anak, meskipun anak yang memulainya,” kata Fessler.

Hal yang sama juga disampaikan terapis anak dan keluarga, Rekha Chagarlamudi. Menurutnya, kontak fisik yang diberikan orang tua ke anak sering kali dianggap sebagai ‘bunuh diri’ sosial.

“Biasanya sekitar usia 7 atau 8 tahun, anak-anak mulai memahami isyarat sosial dan benar-benar menyadari apa yang dipikirkan kelompok teman sebaya mereka, atau apa yang dilakukan teman-teman mereka. Orang tua melihat perubahan lain sekitar usia 10 atau 11 tahun, dan kemudian pada saat usia anak memasuki 13 tahun,” kata Chagarlamudi, dilansir laman Today’s Parent.

Tips bila anak mulai menjauh dari orang tua

Perkembangan anak praremaja yang cenderung menjauh dari anggota keluarga di luar rumah dapat terasa seperti penolakan bagi orang tua. Namun, cobalah untuk tidak terlalu memikirkannya, Bunda. Sebaliknya, sadari bahwa ini adalah tanda pertumbuhan dan kemandirian yang sehat dari seorang anak.

“Ini sangat sulit sebagai orang tua. Kita lupa bahwa mereka sedang berkembang. Kita ingin mereka tetap menjadi anak kecil berusia tiga tahun yang menggemaskan,” ungkap Chagarlamudi.

Kuncinya adalah komunikasi, negosiasi, dan keseimbangan. Orang tua juga perlu menetapkan beberapa batasan dengan anak, seperti mengungkapkan kasih sayang yang dibatasi hanya di rumah saja. Apa pun kesepakatannya, ini harus menunjukkan rasa harga diri yang sehat dan rasa hormat kepada orang lain.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan bila anak mulai malu dipeluk dan dicium orang tuanya:

  • Berikan ruang bagi anak-anak untuk berbicara. Salah satu hal yang sangat penting ketika anak memasuki masa remaja adalah berhenti memberi tahu mereka terlalu banyak dan mulai lebih banyak mendengarkan mereka.
  • Teruslah berperan sebagai orang tua. Tetapkan batasan, berkomunikasi, dan terus tunjukkan kasih sayang kita ke anak.
  • Tinggalkan catatan penyemangat untuk anak yang bisa ditemukan di pagi hari atau saat pulang sekolah. Hal-hal seperti itu bisa sangat berarti.
  • Berbincanglah di dalam mobil saat mengantar anak ke sekolah atau di tempat yang bagus untuk memulai percakapan.
  • Rencanakan waktu bersama sesuai keinginan anak.
    Berkirim pesan singkat bisa menjadi cara yang bagus untuk berkomunikasi jika anak suka melakukannya.

Itulah penjelasan pakar tentang anak yang mulai malu dipeluk dan dicium orang tua di depan teman. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.