Sun,31 May 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ayat Kerjasama Laki-laki dan Perempuan (QS. at-Taubah (9): 71)

Ayat Kerjasama Laki-laki dan Perempuan (QS. at-Taubah (9): 71)

ayat-kerjasama-laki-laki-dan-perempuan-(qs.-at-taubah-(9):-71)
Ayat Kerjasama Laki-laki dan Perempuan (QS. at-Taubah (9): 71)
service

Mubadalah.id – Salah satu ayat paling mendasar bagi paradigma Mubadalah adalah QS. at-Taubah (9): 71. Ayat ini bukan sekadar menyebut laki-laki dan perempuan secara berdampingan, tetapi menegaskan bahwa keduanya berada dalam satu barisan iman dan satu gerak perjuangan kehidupan.

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, mereka satu sama lain adalah saling menolong; (dalam hal) mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan dirahmati Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Secara literal, ayat ini menyebut dua kelompok: al-mu’minūn dan al-mu’mināt—laki-laki dan perempuan beriman. Keduanya tidak diposisikan dalam relasi atas-bawah, melainkan dalam relasi timbal balik. Frasa kuncinya adalah “ba‘ḍuhum awliyā’u ba‘ḍ”: sebagian mereka adalah awliyā’ bagi sebagian yang lain. Kata awliyā’ mengandung makna yang kaya: penolong, pelindung, sahabat dekat, pendukung, bahkan pengelola urusan. Ini bukan hubungan pasif, melainkan relasi aktif, saling menopang dan saling menguatkan.

Fondasi Mubadalah

Di sinilah fondasi Mubadalah berdiri kokoh. Ayat ini tidak memberi satu pihak otoritas moral atas pihak lain. Keduanya sama-sama subjek. Sama-sama memikul tanggung jawab sosial dan spiritual. Sama-sama terlibat dalam membangun kebaikan dan mencegah keburukan. Tidak ada satu kalimat pun yang membatasi amar ma’ruf nahi munkar hanya pada laki-laki, atau hanya pada perempuan. Keduanya disebut secara eksplisit dan setara.

Menariknya, penyebutan perempuan secara tegas dalam konteks sosial-keagamaan pada abad ke-7 Masehi adalah langkah yang sangat progresif. Dalam banyak peradaban saat itu, perempuan tidak dipanggil sebagai subjek publik agama dan moralitas. Namun al-Qur’an memanggil mereka langsung, berdampingan dengan laki-laki, sebagai pelaku utama transformasi sosial. Ini bukan tambahan simbolik. Ini pernyataan teologis, yang eksplisit dari sumber awal Islam, bahwa perempuan adalah mitra penuh dalam proyek keimanan dan peradaban.

Ayat ini juga merinci bentuk-bentuk kerjasama tersebut. Pertama, dalam ranah sosial-moral: menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Ini mencakup seluruh upaya membangun masyarakat yang adil—dari keluarga, pendidikan, ekonomi, hingga politik. Kedua, dalam ranah ibadah personal dan kolektif: mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Artinya, relasi kesalingan tidak berhenti pada urusan publik, tetapi juga mengakar dalam spiritualitas. Ketiga, dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, yang menjadi orientasi bersama dan tujuan akhir dari seluruh aktivitas tersebut.

Dengan demikian, kerjasama laki-laki dan perempuan bukan sekadar pilihan sosial, tetapi konsekuensi iman. Panggilan “orang-orang beriman” menjadi landasan psikologis dan teologis untuk menerima relasi setara. Imanlah yang membebaskan manusia dari hierarki berbasis jenis kelamin dan mengarahkannya pada hierarki berbasis ketakwaan dan kontribusi.

Keluarga

Dalam konteks kehidupan keluarga, ayat ini menjadi koreksi atas pola relasi dominatif. Suami dan istri adalah awliyā’ satu sama lain. Mereka saling menjaga martabat, saling menasihati dalam kebaikan, dan saling mencegah dari tindakan yang merusak. Dalam konteks sosial, laki-laki dan perempuan adalah mitra dalam advokasi keadilan, pemberdayaan ekonomi, penguatan pendidikan, dan pelayanan kemanusiaan. Dalam konteks peradaban, keduanya adalah subjek sejarah yang sama-sama bertanggung jawab atas arah umat.

Penutup ayat ini memberi janji yang tegas: “ulā’ika sayarḥamuhum Allāh”—mereka itulah yang akan dirahmati Allah. Rahmat Allah dikaitkan langsung dengan pola relasi kesalingan. Artinya, masyarakat yang menumbuhkan kerjasama laki-laki dan perempuan dalam iman dan amal adalah masyarakat yang sedang berjalan menuju rahmat Ilahi. Sebaliknya, relasi yang dibangun di atas dominasi, penyingkiran, atau pengabaian peran salah satu pihak, menjauh dari spirit ayat ini.

Karena itu, QS. at-Taubah (9): 71 bukan hanya deskripsi tentang orang beriman. Ia adalah cetak biru relasi. Ia memberi dasar tekstual yang kuat bahwa kesalingan, kemitraan, dan kerjasama laki-laki dan perempuan adalah bagian inheren dari ajaran Islam. Dari rumah tangga hingga ruang publik, dari ibadah hingga tata kelola sosial, ayat ini mengajak kita membangun peradaban iman yang ditopang oleh dua kaki: laki-laki dan perempuan, yang saling menguatkan dalam kebaikan (ba‘ḍuhum awliyā’u ba‘ḍ). Wallahu a’lam. []

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.