Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Bukan Sembarang Pasir, Pasir Zirkon Kalimantan dan Babel Jadi Berkah Bagi Industri Keramik

Bukan Sembarang Pasir, Pasir Zirkon Kalimantan dan Babel Jadi Berkah Bagi Industri Keramik

bukan-sembarang-pasir,-pasir-zirkon-kalimantan-dan-babel-jadi-berkah-bagi-industri-keramik
Bukan Sembarang Pasir, Pasir Zirkon Kalimantan dan Babel Jadi Berkah Bagi Industri Keramik
service

14 Agustus 2026 22.00 WIB • 1 menit

Di balik hamparan tanah Nusantara, terdapat satu jenis mineral bernilai tinggi yang mungkin belum banyak dikenal masyarakat luas, yaitu pasir zirkon.

Mineral yang umumnya ditemukan sebagai batuan ikutan (asesoris) pada batuan beku maupun endapan pasir ini memiliki karakteristik fisik yang sangat tangguh. Pasir zirkon dikenal sangat stabil, tahan terhadap suhu tinggi, serta memiliki ketahanan kimia yang kuat.

Karakteristik tahan panas dan stabil inilah yang membuat pasir zirkon menjadi bahan baku vital bagi berbagai sektor manufaktur. Dalam industri keramik dan sanitasi, olahan zirkon digunakan sebagai opacifier atau bahan pembentuk lapisan mengkilap dan putih pada permukaan keramik.

Indonesia beruntung menjadi salah satu negara yang memiliki simpanan pasir zirkon cukup melimpah.

Sebarannya membentang luas mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua, dengan cadangan terbesar berada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta Kepulauan Bangka Belitung.

Potensi Besar untuk Industri Dalam Negeri

Meskipun cadangannya melimpah, peran Indonesia dalam perdagangan pasir zirkon dunia saat ini masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan negara produsen utama seperti Australia dan Afrika Selatan.

Sebagian besar kebutuhan pasir zirkon industri lokal justru masih didatangkan dari luar negeri.

Padahal, pasar penyerapan di dalam negeri sangat jelas. Industri keramik dan sanitasi menyerap sekitar 56 persen kebutuhan pasir zirkon nasional, disusul oleh industri pengecoran logam sebesar 20 persen, serta berbagai sektor industri lainnya sebesar 24 persen.

Ketika pasir zirkon mentah diolah di dalam negeri menjadi produk turunan seperti zirkonia atau logam zirkonium, nilai ekonominya akan melonjak drastis dan mampu menyuplai kebutuhan pabrik-pabrik lokal secara mandiri.

Hasilnya, industri dalam negeri bisa semakin kuat dan devisa triliunan rupiah yang selama ini dipakai untuk impor bahan baku dapat diselamatkan.

“Berdasarkan data, 56 persen kebutuhan pasir zirkon nasional ada untuk industri keramik. Inilah yang akan jadi pasar utama yang harus kita usahakan untuk substitusi impor dan hemat devisa sebesar 1,6 triliun,” kata Perekayasa Ahli Utama Pusat Riset Sumber Daya Geologi BRIN Yuhelda Dahlan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.