Mon,17 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Indonesiana
  3. Dulu Bikin Panen Rugi, Kini Wereng Sawah Bisa Ditekan Pakai Pemangsa Alami dan Padi Tahan Hama

Dulu Bikin Panen Rugi, Kini Wereng Sawah Bisa Ditekan Pakai Pemangsa Alami dan Padi Tahan Hama

dulu-bikin-panen-rugi,-kini-wereng-sawah-bisa-ditekan-pakai-pemangsa-alami-dan-padi-tahan-hama
Dulu Bikin Panen Rugi, Kini Wereng Sawah Bisa Ditekan Pakai Pemangsa Alami dan Padi Tahan Hama
service

14 Agustus 2026 20.00 WIB • 1 menit

Upaya menjaga produktivitas padi di tanah air terus memicu lahirnya berbagai inovasi di tingkat tapak.

Di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, para petani bersama peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkumpul untuk mempraktikkan cara baru dalam merawat persawahan. Tujuannya adalah memutus rantai serangan hama wereng batang cokelat tanpa harus merusak ekosistem lingkungan.

Ancaman wereng selama ini menjadi tantangan nyata bagi para petani. Serangan serangga kecil ini tidak hanya mengisap cairan batang hingga tanaman mengering, tetapi juga membawa virus kerdil yang berpotensi menurunkan hasil panen hingga 30 persen.

Di Desa Sidowayah, Polanharjo, Klaten, BRIN mengenalkan pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi keberlanjutan sawah warga.

“Perkembangan wereng batang cokelat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari berkurangnya penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu, penanaman padi secara terus-menerus, penggunaan pestisida yang tidak tepat, hingga menurunnya populasi musuh alami,” kata Peneliti Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN Arlyna Budi Pustika.

Mengandalkan Jamur Alami dan Varietas Unggul Tahan Hama

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah mengubah ketergantungan petani terhadap penggunaan semprotan kimia dosis tinggi. Kebiasaan menggunakan obat kimia secara berlebihan justru terbukti membuat imun hama semakin kuat dan membunuh organisme pemangsa alami di sawah.

Sebagai gantinya, BRIN mengajak petani memanfaatkan agensia hayati berbasis jamur alami seperti Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana sejak awal masa tanam. Jamur ini bekerja secara alami menekan perkembangbiakan wereng tanpa mencemari tanah.

Selain pemanfaatan musuh alami, langkah pencegahan juga diperkuat dengan penggunaan benih varietas tahan hama. Beberapa varietas unggul seperti Inpari 47 WBC, Inpari Gemah, dan Inpari Digdaya disiapkan untuk membantu petani memutus siklus hidup hama secara alami.

“Keberhasilan pengendalian wereng sangat ditentukan oleh penerapan strategi secara terpadu, mulai dari kesepakatan tanam serempak, monitoring populasi, pemanfaatan varietas tahan, hingga menjaga keberadaan musuh alami,” kata Arlyna.

Penguatan di lapangan juga dilengkapi dengan sentuhan teknologi digital. Tim periset BRIN mengenalkan aplikasi khusus bernama Program Komputer Pengidentifikasi Wereng Batang Coklat (YUKE-WBC) yang telah resmi terdaftar dalam hak cipta.

Aplikasi ini dirancang untuk membantu petani mendeteksi keberadaan dan tingkat kepadatan populasi wereng secara presisi di area persawahan.

Melalui perpaduan pengamatan langsung, jadwal tanam yang kompak, serta bantuan teknologi pemantauan digital ini, para petani kini memiliki cara yang lebih akurat dan hemat biaya untuk mengamankan hasil panen gabah mereka.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.