Mon,10 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Top News
  3. Bupati Bogor jemput bendera pusaka tahun 1948 dari pendopo bersejarah

Bupati Bogor jemput bendera pusaka tahun 1948 dari pendopo bersejarah

bupati-bogor-jemput-bendera-pusaka-tahun-1948-dari-pendopo-bersejarah
Bupati Bogor jemput bendera pusaka tahun 1948 dari pendopo bersejarah
service

Kabupaten Bogor (ANTARA) – Bupati Bogor Rudy Susmanto menjemput bendera pusaka tahun 1948 dari pendopo bersejarah di Desa Malasari, Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Bendera tersebut merupakan bendera pertama yang dikirimkan Pemerintah Pusat Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada 1948, ketika daerah itu berada dalam masa revolusi fisik.

Rudy menjemput bendera tersebut dari rumah sejarah bekas Kantor Bupati Bogor di Malasari dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dalam momentum yang sangat bersejarah buat Kabupaten Bogor, kita berdiri bersama-sama di tempat yang sangat terhormat dan tempat yang sakral buat berdirinya Kabupaten Bogor, buat perjuangan bangsa Indonesia,” kata Rudy.

Menurut dia, penjemputan bendera pusaka tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan upaya mengingat kembali semangat perjuangan para pendahulu dalam mempertahankan kemerdekaan.

Ia menyebut bendera merah putih tersebut menjadi salah satu simbol perjalanan sejarah Kabupaten Bogor karena diterima langsung dari Pemerintah Pusat RI pada 1948.

“Satu bendera dijemput, maka kita menjemput sebuah semangat perjuangan para pahlawan. Kita menjemput sebuah keikhlasan pengabdian para pahlawan mengabdi kepada bangsa dan negara ini,” ujarnya.

Baca juga: Waka DPR dorong Agustusan dikemas untuk tanamkan nasionalisme gen Alfa

Rumah sejarah di Malasari menjadi bagian penting dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Bogor karena pernah digunakan sebagai kantor bupati pada masa revolusi fisik.

Pada masa Bupati Bogor Raden Ipik Gandamana tahun 1948-1950, pemerintahan Kabupaten Bogor harus berpindah-pindah akibat Agresi Militer Belanda II.

Malasari kemudian menjadi pusat pemerintahan sipil Kabupaten Bogor selama sekitar lima bulan. Lokasinya yang berada di kawasan perbukitan dinilai strategis untuk menjalankan pemerintahan di tengah situasi perang mempertahankan kemerdekaan.

Dari Malasari, Ipik Gandamana menjalankan pemerintahan, termasuk mengangkat lurah-lurah di 16 desa pada 16 Februari 1949.

Pada awal Maret 1949, Wakil Gubernur Jawa Barat Yusuf Adinata juga mendatangi wilayah tersebut dengan membawa instruksi pembentukan pamong praja di seluruh Kabupaten Bogor.

Rudy mengatakan nilai sejarah tersebut perlu terus dikenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menjadi pengingat untuk meneruskan perjuangan para pendahulu dengan mengisi kemerdekaan.

“Kita sebagai penerusnya wajib turut serta bersama-sama mengisi kemerdekaan,” kata Rudy.

Ia berharap penjemputan bendera pusaka itu juga menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat di tengah berbagai perbedaan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Mudah-mudahan momentum hari ini kita menjemput bendera pusaka yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi momentum kebersamaan kita merajut perbedaan-perbedaan yang ada di Kabupaten Bogor dengan satu tujuan, membangun bangsa Indonesia, membangun Bogor bersama-sama,” ujarnya.

Baca juga: Bupati Bogor pimpin upacara Hari Jadi Ke-544 Bogor di Desa Malasari

Baca juga: Bupati Rudy Susmanto jemput bendera pusaka dari pendopo di ujung Bogor

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.