Fri,14 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Cara Menjaga Ibu Hamil dari Paparan Alkohol, Narkoba, dan Bahan Kimia

Cara Menjaga Ibu Hamil dari Paparan Alkohol, Narkoba, dan Bahan Kimia

cara-menjaga-ibu-hamil-dari-paparan-alkohol,-narkoba,-dan-bahan-kimia
Cara Menjaga Ibu Hamil dari Paparan Alkohol, Narkoba, dan Bahan Kimia
service

Mubadalah.id – Ibu hamil dan menyusui perlu mendapatkan lingkungan yang aman dari berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan dirinya maupun bayi.  Selain menghindari alkohol dan narkoba, perhatian juga perlu diberikan terhadap paparan bahan kimia yang digunakan di rumah, tempat kerja, sawah, kebun, maupun lingkungan sekitar.

Salah satu bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada orang yang sedang berusaha berhenti menggunakan alkohol atau narkoba adalah mempertemukannya dengan orang lain di komunitas yang sudah berhasil berhenti.

Pertemuan tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memberikan dukungan, dan saling menguatkan selama menjalani proses berhenti menggunakan alkohol atau narkoba.

Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter juga memberikan berbagai masukan mengenai cara membantu seseorang yang ingin berhenti minum alkohol dan menggunakan narkoba. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting agar seseorang tidak menjalani proses tersebut sendirian.

Bahan Kimia

Selain alkohol dan narkoba, ibu hamil juga perlu menghindari paparan bahan kimia berbahaya. Bahan kimia keras yang digunakan untuk membersihkan benda maupun racun yang digunakan untuk membunuh hama di sawah atau rumah dapat membahayakan kesehatan.

Paparan bahan kimia tertentu dapat menyebabkan keguguran, ketidaksuburan, cacat lahir, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Karena itu, bahan kimia yang memiliki bau tajam perlu Anda waspadai. Namun, tidak berarti bahan kimia yang tidak berbau aman. Banyak bahan kimia berbahaya yang tidak memiliki bau sehingga keberadaannya tidak selalu dapat dikenali dengan mudah.

Beberapa bahan kimia yang perlu Anda waspadai antara lain pestisida untuk membunuh hama dan rumput liar. Pestisida yang Anda gunakan di rumah untuk membasmi serangga atau tikus juga perlu Anda perhatikan.

Selain itu, pembersih yang kuat, bahan pelarut, beberapa jenis lem dan cat, bahan bakar, serta oli juga termasuk bahan yang perlu Anda gunakan secara hati-hati.

Bahan-bahan tersebut memang banyak Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pestisida digunakan oleh petani untuk mengendalikan hama tanaman. Bahan pembersih Anda gunakan di rumah dan tempat kerja. Lem, cat, bahan bakar, dan oli juga Anda gunakan dalam berbagai pekerjaan. Karena itu, menghindari bahan kimia sepenuhnya tidak selalu mudah bagi semua orang.

Meski demikian, jika memungkinkan, setiap orang sebaiknya menghindari bahan kimia yang berbahaya. Hal tersebut terutama penting bagi ibu hamil. Ibu hamil sebaiknya tidak melakukan kontak langsung dengan bahan kimia berbahaya, termasuk menggunakan bahan tersebut atau menghirup bau dan debunya.

Keluarga juga perlu ikut menciptakan lingkungan yang aman bagi ibu hamil. Salah satunya dengan tidak menyimpan makanan di tempat yang pernah Anda gunakan untuk menyimpan bahan kimia. Meskipun tempat tersebut sudah Anda bersihkan, sedikit sisa bahan kimia masih mungkin tertinggal dan berpotensi mencemari makanan.

Mengurangi Penggunaan Bahan Kimia

Karena itu, keluarga sebaiknya berusaha mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya di rumah. Jika penggunaannya tidak dapat Anda hindari, bahan tersebut perlu Anda simpan dan gunakan dengan hati-hati. Bahan kimia sebaiknya Anda jauhkan dari makanan, minuman, serta tempat yang mudah anak-anak menjangkaunya.

Namun, bagi sebagian orang, menghindari bahan kimia sepenuhnya bukan perkara mudah. Ada orang yang memang bekerja dengan bahan kimia sebagai bagian dari pekerjaannya. Mereka dapat bekerja di pabrik kimia, di sawah atau ladang, dalam bidang kebersihan, maupun pekerjaan lainnya yang menggunakan bahan kimia.

Dalam kondisi tersebut, pekerja dapat membicarakan risiko penggunaan bahan kimia dengan rekan kerja dan pihak yang bertanggung jawab di tempat kerja. Mereka dapat bersama-sama mencari cara untuk mengurangi penggunaan bahan kimia atau menggunakan bahan yang lebih aman.

Upaya tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu hamil. Keluarga, pasangan, rekan kerja, dan lingkungan sekitar juga memiliki peran dalam menciptakan kondisi yang lebih aman.

Dengan dukungan bersama, risiko paparan alkohol, narkoba, dan bahan kimia berbahaya dapat Anda kurangi sehingga kesehatan ibu dan bayi lebih terlindungi. []

*)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Melahirkan karya Susan Klein dkk, halm 56.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.