Tren transisi energi mulai bermunculan di berbagai sektor, termasuk di rumah-rumah sakit. Aksi ini membuat mereka bisa mengurangi beban listrik secara signifikan. Di Rumah Sakit Pembinaan Kesejahteraan Umat (RS PKU) Muhammadiyah Gamping, di Yogyakarta, misal, yang menggunakan panel surya. Alif Khoiruddin Azizi, Manajer Umum RS PKU Muhammadiyah Gamping, menyebut, lampu taman dan jalan serta pemanas air di kamar mandi sebagian sudah bersumber listrik dari energi terbarukan bersumber matahari. Langkah sama juga RS Muhammadiyah Lamongan, Jawa Timur, lakukan. Masjid utama layanan kesehatan itu sudah menggunakan panel surya. Tak hanya itu RSUD Karang Asem di Bali juga menerapkan PLTS Atap dengan kapaistas 50.000 watt. Total, 72 panel surya terpasang dengan tujuan hemat anggaran dan memastikan layanan kesehatan tetap berjalan meski PLN melakukan pemadaman. Inisiasi serupa di RSUP Sardjito di Yogyakarta, yang memanfaatkan PLTS Atap sebagai sumber listrik mereka. Rumah sakit ini juga menggunakan solar dryer untuk pengeringan limbah dengan energi terbarukan. Mereka juga desain bangunan baru yang hemat energi, hingga pengelolaan limbah tanpa listrik. Junediyono, Asisten Manajer Humas RSUP Sardjito, mengatakan, setidaknya sudah ada dua bangunan yang menggunakan PLTS atap. Hasil listrik dari PLTS atap itu untuk operasional masing-masing gedung. “Pertama, di gedung lama, lalu yang kedua dipasang di gedung yang sedang dibangun ini,” katanya. Penggunaan energi surya juga untuk lampu penerangan jalan dan taman. Upaya ini sejak lima tahun terakhir dan akan lanjut bertahap ke depan. Untuk memperkuat komitmen ramah lingkungan ini, perencanaan bangunan baru pun memprioritaskan desain hemat energi. “Sudah jadi komitmen manajemen untuk ramah lingkungan kedepannya, ditunjukan dengan setiap…This article was originally published on Mongabay
Kala Rumah Sakit Mulai Gunakan Energi Terbarukan
Kala Rumah Sakit Mulai Gunakan Energi Terbarukan




Comments are closed.