Malang(beritajatim.com) – Yakuza Maneges memastikan kasus dugaan pornografi dalam lagu Gapapa yang liriknya diubah tidak seronok oleh selebritis tiktok Icha Chellow dan Mala Agatha harus dikawal sampai tuntas. Mereka resmi melaporkan kasus ini ke Polresta Malang Kota pada Senin, (13/7/2026).
Yakuza Maneges sendiri dikenal sebagai organisasi yang vokal menyerukan kebaikan dan melawan kemungkaran.
Lirik vulgar yang dilakukan dalam modifikasi lagu Gapapa Anisa Bahar oleh tim kreatif beserta Icha Chellow dan Mala Agtha dianggap sebuah kemungkaran karena bisa merusak moral anak bangsa.
Kuasa Hukum Yakuza Maneges, Moh Zakki di Malang menegaskan bahwa mereka membawa pesan dari Muhammad Thuba Putra alias Thuba Topo Broto Maneges atau Gus Thuba untuk menegakan prinsip amar ma’ruf nahi munkar.
“Prinsipnya ya, Den Gus (Gus Thuba) menyampaikan bahwa kita ini amar ma’ruf nahi munkar,” kata Zakki.
Icha Chellow dan Mala Agatha dinilai meresahkan masyarakat karena mengubah lirik lagu Gapapa dengan narasi yang membahayakan jika dikonsumsi publik. Kedua seleb tiktok itu akan dilaporkan dengan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi serta Pasal 407 dan 406 huruf a KUH Pidana yang baru.
“Menurut hemat kami itu adalah tindakan yang kurang baik, perilaku yang tidak dapat dicontoh, dan mengandung unsur pornografi. Kami akan melaporkan Pasal 34 juncto Pasal 8, Pasal 36 juncto Pasal 10 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Yang kedua, Pasal 407 dan 406 huruf a KUH Pidana yang baru,” ujar Zakki.
Yakuza Maneges menyebut, bahwa Icha Chellow dan Mala Agatha bisa merusak moral anak-anak muda bangsa karena lirik lagu Gapapa mengandung unsur pornografi. Kini, mereka resmi melapor ke polisi dengan menyertakan 1 bukti video lagu Gapapa yang telah diubah liriknya.
“Kalau kita biarkan kayak gitu itu kan anak, anak-anak kita itu lho. Apa, niru-niru perilakunya itu. Dan ini kita harus hentikan. Kita bawakan bukti 1 video,” ujar Zakki.
Yakuza Maneges, memastikan setelah melakukan pelaporan mereka akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Yakuza Maneges ingin kasus ini terus berjalan agar tidak ada kasus serupa dikemudian hari.
“Saya bisa pastikan bahwa Yakusa Maneges tidak ada kata ampun. Gus Thuba (Thuba Topo Broto Maneges) tanpa ampun, sesuai dengan tagline kita. Tidak ada kata damai. Akan kami pastikan bahwa proses hukum terus berjalan,” kata Zakky.
Meski kekinian video telah di takedown atau dihapus bukan berarti menggugurkan kasus pidana ini. Yakuza Maneges menilai munculnya video lagu berjudul “Gapapa” milik Anisa Bahar yang diplesetkan dengan lirik vulgar tak seronok mengandung unsur pornografi meresahkan publik dan merendahkan martabat wanita.
“Apakah take down dan permintaan maaf itu menggugurkan pidananya? Kan tidak. Apalagi yang bersangkutan ini yang namanya Icha Chellow ini sudah acap kali. Berarti apa? Dia tidak punya kesadaran diri bahwa ada sanksi moral yang muncul di masyarakat. Itu kreativitas macam apa kayak gitu? Nah, itu tidak kita bisa biarkan,” ujar Zakky.
Yakuza Maneges memastikan proses laporan ke polisi menjadi bukti serius bahwa mereka ingin Icha Chellow dan Mala Agatha mendapat sanksi hukum atas keresahan yang ditimbulkan. Mereka yakin polisi akan bekerja secara profesional dalam penanganan kasus ini.
“Kita sudah mengeluarkan waktu, tim kita sudah meluangkan waktu untuk datang ke sini. Kita tidak main-main. Kita pastikan bahwa proses hukum akan berjalan. Saya percaya bahwa kawan-kawan di kepolisian Polresta Malang profesional, bisa menjalankan kewajibannya dengan baik sesuai dengan norma hukum yang berlaku,” kata Zakky. (luc/ted)





Comments are closed.