Surabaya (beritajatim.com) – Warga Sawahan, Surabaya, dibuat resah setelah aksi seorang pria yang diduga melakukan pelecehan seksual dengan cara memamerkan ‘terongnya’ (alat vital) terekam kamera CCTV dan viral di media sosial, Senin (13/7/2026).
Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku datang mengendarai sepeda motor matik Honda PCX bernomor polisi L 6872 CAL. Ia mengenakan helm hitam, jaket hitam, serta kemeja hijau.
Berdasarkan rekaman tersebut, pelaku diduga menguntit seorang perempuan yang baru tiba di rumahnya. Saat korban berhenti, pria itu berpura-pura menanyakan nomor rumah.
Namun, secara tiba-tiba ia membuka celananya dan memperlihatkan alat vital sambil tetap duduk di atas sepeda motor.
Setelah melakukan aksi tersebut, pelaku langsung memacu kendaraannya dan melarikan diri dari lokasi.
Aksi Terekam CCTV dan Viral di Media Sosial
Video berdurasi singkat yang memperlihatkan dugaan aksi eksibisionis itu kemudian menyebar luas di media sosial.
Rekaman CCTV menjadi salah satu petunjuk penting yang dapat membantu proses penyelidikan apabila korban maupun saksi memberikan keterangan kepada kepolisian.
Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga karena aksi diduga dilakukan di lingkungan permukiman yang relatif ramai.
Polisi Telusuri Pelaku Meski Korban Belum Melapor
Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, membenarkan pihaknya telah mengetahui informasi yang beredar di media sosial. Namun hingga Senin (13/7/2026), polisi belum menerima laporan resmi dari korban.
“Belum ada laporan (ke polisi). Pasti kami telusuri,” kata Muljono.
Ia menegaskan kepolisian tetap akan melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi pelaku. Namun, belum adanya laporan dari korban menjadi kendala dalam proses penyelidikan.
“Hanya korbannya yang tidak laporan, sehingga membuat susah (untuk mengetahui) siapa yang jadi korban,” pungkasnya.
Polisi Imbau Korban Segera Melapor
Kepolisian mengimbau korban maupun masyarakat yang mengetahui identitas pelaku agar segera melapor. Laporan dari korban beserta bukti rekaman CCTV diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan penindakan terhadap pelaku, sekaligus mencegah aksi serupa kembali terjadi di wilayah Surabaya. (ted)





Comments are closed.