Thu,13 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya yang Hilang Setelah Banjir Bandang

Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya yang Hilang Setelah Banjir Bandang

kemenag-bangun-kembali-min-5-pidie-jaya-yang-hilang-setelah-banjir-bandang
Kemenag Bangun Kembali MIN 5 Pidie Jaya yang Hilang Setelah Banjir Bandang
service

Jakarta, Arina.id—Menteri Agama RI Nasaruddin Umar meletakkan batu pertama pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, Selasa (11/8/2026). Pembangunan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Kementerian Agama memulihkan sarana pendidikan madrasah yang terdampak bencana di Aceh.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peninjauan lokasi pembangunan, penyerahan sertifikat, dan penanaman pohon. Kementerian Agama mengalokasikan bantuan sebesar Rp12.364.805.000 untuk pembangunan dan revitalisasi MIN 5 Pidie Jaya.

Menag Nasaruddin Umar mengatakan, pembangunan gedung baru MIN 5 Pidie Jaya diarahkan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

“Keberadaan madrasah akan datang penggantinya yang lebih baik lagi. Dan ini kita akan bangun dua lantai, yang bisa menampung seluruh keperluan warga masyarakat kita setempat,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut Menag, gedung baru tersebut dirancang tidak hanya sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pendidikan.

Berdasarkan rancangan yang ditinjau, kompleks madrasah akan dilengkapi masjid, perumahan guru, laboratorium, perpustakaan, halaman, kantin, serta fasilitas lain yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Semua keperluan sekolah, insyaallah, akan hadir di tempat ini. Insyaallah, mudah-mudahan sekolahnya akan jauh lebih baik daripada yang telah meninggalkan kita,” katanya.

Menag berharap pembangunan dapat diselesaikan secepatnya sehingga para siswa MIN 5 Pidie Jaya dapat segera menempati gedung baru yang lebih aman, nyaman, dan memadai.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, yang kuat, yang berkah,” tutur Menag.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada masyarakat setempat, khususnya para siswa yang akan menjadi penerima manfaat pembangunan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Menag juga mengajak para orang tua, murid, dan wali santri untuk turut mendoakan bangsa dan negara agar senantiasa diberikan keberuntungan, kedamaian, dan kekuatan dalam menghadapi masa depan.

“Mari kita doakan bangsa dan negara kita. Semoga, insyaallah, tetap diberikan keberuntungan dan kedamaian untuk mengarungi bahtera masa depan bangsa yang berwibawa,” pesannya.

Menag menegaskan bahwa percepatan pembangunan menjadi hal penting agar siswa dapat segera memperoleh ruang belajar yang lebih layak. Hal ini mengingat kondisi MIN 5 Pidie Jaya selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas, bahkan kegiatan pembelajaran sempat memanfaatkan masjid.

“Saya yakin kalau ini uangnya sudah tersedia, seperti yang kita janjikan tadi, ya. Jadi makin cepat lebih baik, supaya anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai. Selama ini kan menggunakan masjid dan sangat terbatas,” ungkapnya.

Menag menjelaskan, upaya pembangunan dan rehabilitasi madrasah tidak hanya dilakukan di Pidie Jaya, tetapi juga mencakup sejumlah wilayah terdampak bencana lainnya.

Kementerian Agama terus melakukan pembangunan maupun renovasi fasilitas pendidikan keagamaan di Aceh serta wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Program revitalisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh akses pendidikan yang layak. 

“Pembangunan sarana dan prasarana madrasah diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang siswa,” ujar Menag.

Pembangunan gedung baru MIN 5 Pidie Jaya diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas pendidikan madrasah. 

“Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan representatif, madrasah diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin baik bagi generasi penerus di Pidie Jaya,” tandasnya.

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.