Thu,30 July 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lifestyle
  3. Kenali Tanda Orang yang Belum Dewasa Secara Emosional Lewat Sikap Sehari-hari

Kenali Tanda Orang yang Belum Dewasa Secara Emosional Lewat Sikap Sehari-hari

kenali-tanda-orang-yang-belum-dewasa-secara-emosional-lewat-sikap-sehari-hari
Kenali Tanda Orang yang Belum Dewasa Secara Emosional Lewat Sikap Sehari-hari
service

Jakarta

Tidak semua orang memiliki kemampuan mengelola emosi dengan baik, Bunda. Seseorang yang belum dewasa secara emosional biasanya lebih mudah bereaksi, impulsif, sulit mengendalikan perasaan, dan kurang bijak saat menghadapi masalah.

Sikap tersebut dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain hingga menghambat perkembangan dalam karier.

Lantas, apa saja tanda-tanda orang yang belum dewasa secara emosional yang bisa Bunda kenali? Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Verywell health, tidak dewasa secara emosional biasanya memengaruhi perilaku, cara berpikir, dan kemampuan berkomunikasi.

Untuk membantu mengenali mereka, berikut beberapa tanda dalam bersikap sehari-harinya:

1. Sering membatalkan rencana mendadak

Ketika membuat rencana dengan seseorang, tentu penting untuk menepati janji. Namun, orang yang terus-menerus membatalkannya secara mendadak mungkin sulit mendapat toleransi karena membuat orang lain merasa buang-buang waktu.

Membatalkan rencana karena hal mendesak mungkin wajar, tetapi tidak jika hal itu terjadi secara berulang kali.

Kemungkinan orang seperti ini belum bisa mengelola waktu dengan baik. Mereka membatalkan rencana tanpa berpikir, dan tidak selalu menyadari dampaknya terhadap orang lain, Bunda.

2. Kurang empati

Orang yang belum matang secara emosional juga menunjukkan ketidakmampuan untuk memahami, atau kurang empati terhadap perasaan orang lain.

Mereka mungkin merasa bahwa orang lain terlalu sensitif, menyalahkan korban, bersikap kritis terhadap orang lain, hingga tidak sabar atau mudah frustrasi.

3. Kurangnya keterampilan komunikasi

Orang yang belum dewasa secara emosional juga sulit berkomunikasi dengan baik, terutama saat mereka disalahkan, terancam, atau terpojok.

Dalam situasi seperti ini, mereka mungkin akan menyangkal yang telah dilakukan, berbohong untuk menghindari percakapan yang tidak nyaman, atau melontarkan ejekan dan kata-kata yang menyakitkan saat terjadi konflik.

4. Menghindari tanggung jawab

Mereka cenderung menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan atau menyangkal perannya dalam sebuah konflik.

Sebagai contoh, selama konflik, orang yang belum dewasa secara emosional kemungkinan akan bersikap defensif atau menghindari diskusi tentang konflik tersebut.

5. Sulit membangun hubungan

Jika menjalin hubungan dengan orang dewasa secara emosional, mungkin Bunda telah melihat sebagian atau seluruh perilaku yang dibahas di sini. Hubungan seperti ini cenderung akan sulit bertahan.

Mereka mungkin memiliki perilaku sembrono, seperti berselingkuh, mengintimidasi pasangan, hingga menyalahkan orang lain.

6. Egois

Bersikap egois berarti hanya berfokus pada keinginan, kebutuhan, dan kepentingan sendiri. Mereka yang belum dewasa secara emosional sering kali mendambakan pusat perhatian.

Mereka memandang dirinya sebagai sosok yang terpisah dari orang lain, merasa berhak, dan menunjukkan rasa penting diri yang berlebihan.

7. Sulit mengatur emosi

Orang yang berperilaku tidak dewasa secara emosional juga biasanya menyerang orang lain atau menggunakan mekanisme pertahanan yang berbahaya, Bunda.

Sebagai contoh, mereka mungkin akan merasa frustrasi atau menjadi agresif, meninggikan suara atau pergi tiba-tiba, ketika berada dalam suatu masalah atau mungkin sesuatu tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan.

Nah, itulah beberapa tanda orang yang belum dewasa secara emosional yang dapat Bunda kenali. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.