Thu,6 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Ketika Kebakaran Hutan dan Lahan Menggila di Kalimantan

Ketika Kebakaran Hutan dan Lahan Menggila di Kalimantan

ketika-kebakaran-hutan-dan-lahan-menggila-di-kalimantan
Ketika Kebakaran Hutan dan Lahan Menggila di Kalimantan
service

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menghajar Pulau Kalimantan. Catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), sejak Januari hingga Juli 2026, terdapat 34.262 titik panas (hotspot), dan 33.837 hektar area terbakar, menjadikan pulau ini episentrum bencana itu. Padahal, musim kemarau belum mencapai puncaknya. Secara keseluruhan, terdapat 118.420 hotspot  di seluruh Indonesia dengan luas indikatif kebakaran mencapai 107.649 hektar. Di Borneo, Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat  hotspot tertinggi, 17.236 titik, dengan luas kebakaran sekitar 28.680 hektar. Titik panas dan kebakaran juga melanda provinsi lain, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kalimantan Utara (Kaltara). Walhi juga mencatat peningkatan hotspot yang tajam sepanjang Juli 2026. Periode April-Juni hotspot tidak pernah melampaui 74 titik per bulan, namun melonjak signifikan pada Juli menjadi 615 hotspot. Kenaikan mencolok juga terjadi di Kalbar dengan 778 hotspot, atau sekitar 65% total hotspot skala tinggi di Kalimantan. Kobaran api melalap sebuah pondok milik warga saat karhutla terjadi di Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru. Relawan berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas. Foto: Riyad Dafhi Rizki/Mongabay Indonesia. Dominan di konsesi perusahaan? Fakta penting temuan Walhi, sebagian besar hotspot di Kalimantan berada di konsesi perusahaan. Dari total 34.262 hotspot, sebanyak 25.524 titik atau sekitar 74% berada di area berizin. “Rinciannya, 10.739 hotspot berada di konsesi perkebunan  sawit, 7.880  konsesi pertambangan, dan 6.905  di perizinan berusaha pemanfaatan hutan,” kata Uli Arta Siagian, Koordinator Pengkampanye Walhi Nasional, akhir Juli. Untuk itu, masalah karhutla tidak bisa pisah dari tata kelola perizinan dan lemahnya penegakan hukum pada perusahaan. Negara pun gagal…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.