Thu,23 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Lentera
  3. Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan

ketika-kesehatan-reproduksi-masih-banyak-diabaikan
Ketika Kesehatan Reproduksi Masih Banyak Diabaikan
service

Mubadalah.id – Meski melekat pada setiap manusia, kesehatan reproduksi masih sering diabaikan dalam kehidupan mereka. Di sebagian masyarakat, kesehatan reproduksi masih dipandang sebagai sesuatu yang alamiah sehingga tidak perlu dikelola secara sehat dan aman.

Pandangan tersebut sebetulnya sangat berdampak serius. Bahkan, kematian perempuan akibat kehamilan, persalinan, atau keguguran kerap mereka anggap sebagai risiko yang wajar.

Selain itu, reproduksi juga sering mereka persepsikan sebagai sesuatu yang memalukan atau tabu untuk kita bicarakan. Sehingga pembahasannya cenderung ia hindari.

Akibatnya, pengetahuan tentang kesehatan reproduksi tidak berkembang secara memadai di ruang publik. Isu reproduksi hanya untuk para ahli medis, bukan sebagai pengetahuan dasar yang perlu setiap orang pahami bersama.

Padahal, kesehatan reproduksi berkaitan langsung dengan keselamatan dan martabat manusia. Ketidaktahuan terhadap proses dan risiko reproduksi dapat meningkatkan kerentanan, terutama bagi perempuan dan kelompok muda. Minimnya pengetahuan juga memperbesar kemungkinan terjadinya praktik reproduksi yang tidak aman.

Di sisi lain, sikap tabu dan stigma yang cukup kuat membuat upaya edukasi kesehatan reproduksi sulit kita lakukan secara terbuka. Apalagi, diskusi publik tentang reproduksi sering tidak pantas, meskipun tujuannya untuk pendidikan dan pencegahan risiko kesehatan.

Oleh karena itu, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan reproduksi bukan hanya persoalan medis, tetapi juga persoalan sosial dan budaya. Tanpa perubahan cara pandang, kesehatan reproduksi akan terus berada di pinggiran, meski dampaknya sangat menentukan kualitas hidup manusia.

Sumber tulisanBuku Kisah Perempuan: Pengalaman Siklus Kehidupan Reproduksi Perempuan.

Get real time update about this post categories directly on your device, subscribe now.

Redaksi

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.