Mon,3 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Environment
  3. Kobra Raja, Satu-satunya Ular yang Membangun Sarang untuk Telurnya

Kobra Raja, Satu-satunya Ular yang Membangun Sarang untuk Telurnya

kobra-raja,-satu-satunya-ular-yang-membangun-sarang-untuk-telurnya
Kobra Raja, Satu-satunya Ular yang Membangun Sarang untuk Telurnya
service

Dari sekitar 4.000 spesies ular yang tercatat di dunia, hanya satu yang diketahui benar-benar membangun sarang untuk telurnya, yaitu kobra raja (Ophiophagus hannah). Kebanyakan ular hanya meletakkan telur di lubang alami, celah batu, tumpukan serasah, atau liang bekas hewan lain. Kobra raja berbeda. Betina kobra raja secara aktif mengumpulkan bahan, menyusunnya, dan membentuk struktur sarang yang kokoh sebelum bertelur di dalamnya. Kobra raja adalah ular berbisa terpanjang di dunia, dengan panjang dewasa yang bisa mencapai 3 sampai 4 meter. Spesies ini tersebar dari India hingga Asia Tenggara daratan, termasuk Indonesia bagian barat. Meski bernama kobra, kobra raja sebenarnya bukan anggota genus Naja seperti kobra pada umumnya. Ia adalah satu-satunya anggota genus Ophiophagus, kelompok tersendiri dalam famili Elapidae. Mengapa Kobra Raja Membangun Sarang, Sementara Ular Lain Tidak Sarang berfungsi menjaga suhu dan kelembapan telur tetap stabil. Panas dari proses pembusukan daun di dalam gundukan berperan seperti pemanas alami, membantu suhu inkubasi tetap berada di rentang yang sesuai meski suhu udara di luar berubah ubah. Struktur sarang yang padat dan tertutup daun juga membuat telur lebih sulit ditemukan atau diakses predator seperti biawak, musang, atau ular lain, dibanding bila telur hanya diletakkan begitu saja di serasah terbuka. Betina memilih lokasi dengan drainase baik dan memadatkan gundukan hingga cukup kedap air, karena telur ular rentan gagal berkembang bila terlalu lembap atau terendam saat musim hujan. Karena sarang berbentuk gundukan yang jelas dan tetap, betina juga bisa tinggal di dekatnya sepanjang masa inkubasi, sekitar 75 hingga 100 hari, dan mempertahankannya secara agresif dari gangguan.…This article was originally published on Mongabay

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.