Di antara keluarga Spheniscidae, yakni kelompok taksonomi yang menaungi seluruh spesies penguin yang masih hidup di dunia, penguin biru kecil (Eudyptula minor) memegang rekor sebagai spesies penguin terkecil di dunia, dengan tinggi tubuh hanya sekitar 30 hingga 33 sentimeter dan bobot rata-rata 1 kilogram, kira-kira seukuran sepatu bot orang dewasa. Nama ilmiahnya sendiri berarti “penyelam kecil yang baik”, sebuah julukan yang cukup pas mengingat kemampuan menyelamnya yang jauh melebihi ukuran tubuhnya. Namun ukuran mungil bukan satu-satunya yang membuat burung ini berbeda dari kerabatnya. Penguin biru kecil juga dikenal karena kebiasaan nokturnalnya yang jarang ditemukan pada spesies penguin lain, sebuah sifat yang menjadikannya salah satu anggota keluarga penguin paling unik secara perilaku. Burung ini dijuluki fairy penguin di Australia dan kororā dalam bahasa Māori di Selandia Baru. Berbeda dari kerabatnya di Antartika yang berukuran besar dengan warna hitam-putih kontras, penguin biru kecil memiliki bulu kebiruan di bagian punggung dan kepala. Warna ini dihasilkan oleh struktur melanosom, yakni organel penghasil pigmen di dalam sel bulu, yang tersusun sangat padat pada penguin biru kecil. Kepadatan struktur inilah yang sekaligus membuat bulu lebih tahan air saat berenang. Setiap tahun, penguin dewasa mengalami proses ganti bulu total yang disebut catastrophic moult, atau molting menyeluruh, yakni seluruh bulunya rontok sekaligus dan digantikan bulu baru dalam waktu dua hingga tiga minggu. Selama periode ini mereka tidak bisa melaut karena bulu belum tahan air, sehingga harus bertahan di darat dengan mengandalkan cadangan lemak yang ditimbun sebelumnya. Kehidupan Nokturnal dan Adaptasi Unik Habitat alami penguin biru kecil membentang di…This article was originally published on Mongabay
Penguin Biru Kecil, Spesies Terkecil di Dunia dengan Aktivitas Malam yang Langka
Penguin Biru Kecil, Spesies Terkecil di Dunia dengan Aktivitas Malam yang Langka




Comments are closed.