Thu,23 April 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Business
  3. Konflik Timur Tengah Hantam Laju Ekspor China, Apa Dampaknya?

Konflik Timur Tengah Hantam Laju Ekspor China, Apa Dampaknya?

konflik-timur-tengah-hantam-laju-ekspor-china,-apa-dampaknya?
Konflik Timur Tengah Hantam Laju Ekspor China, Apa Dampaknya?
service

KABARBURSA.COM – Ekspor China mulai kehilangan momentum pada Maret 2026 setelah sebelumnya didorong kuat oleh permintaan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Survei Reuters pada 13 April 2026 memperkirakan ekspor China tumbuh 8,6 persen secara tahunan (year-on-year) pada Maret. Angka ini melambat jika dibandingkan pertumbuhan 21,8 persen pada periode Januari–Februari 2026, sebagaimana dilaporkan Reuters pada 10 Maret 2026.

Surplus perdagangan juga diperkirakan turun menjadi USD108 miliar dari USD214 miliar pada periode sebelumnya. Kinerja ekspor pada awal tahun ditopang sektor teknologi.

Sumber yang sama juga mencatat lonjakan ekspor elektronik, khususnya integrated circuits, yang tumbuh 66,5 persen secara tahunan dan menjadi yang tercepat dalam lebih dari satu dekade.

Selain itu, ekspor kendaraan listrik, baterai lithium-ion, dan produk energi surya juga menjadi kontributor utama. Permintaan tersebut sejalan dengan ekspansi global infrastruktur AI. 

“Kekuatan ekspor sirkuit terpadu dan teknologi memang sudah diperkirakan, sejalan dengan ledakan investasi kecerdasan buatan,” kata Ekonom Senior Economist Intelligence Unit, Xu Tianchen dilansir dari Reuters, 10 Maret 2026.

Melansir Reuters 25 Maret 2026, lonjakan kebutuhan chip yang dipicu peningkatan kapasitas komputasi AI. Direktur penjualan China Teradyne, Terry Feng, menyatakan AI telah secara signifikan meningkatkan kebutuhan daya komputasi, dan pada akhirnya meningkatkan kebutuhan pengujian semikonduktor.

Namun, momentum tersebut mulai tertahan oleh tekanan eksternal. Konflik di Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi dan mengganggu rantai pasok global.

Reuters melaporkan beberapa minyak fisik diperdagangkan mendekati USD150 per barel, mencerminkan ketatnya pasokan untuk pengiriman segera.

Tekanan ini mulai merembet ke ekonomi domestik China. Reuters pada 7 April 2026 melaporkan pemerintah China membatasi kenaikan harga bahan bakar, dengan bensin naik 420 yuan per ton dan solar 400 yuan per ton. Langkah ini diambil untuk menahan dampak biaya terhadap sektor industri.

Ekonom juga memperingatkan risiko inflasi berbasis biaya. Tekanan harga energi ini dapat memicu “bad inflation” yang menggerus margin industri manufaktur.

Dampak konflik juga meluas ke sektor logistik. Reuters (8 April 2026) menyebut gangguan di Selat Hormuz mulai mengganggu rantai pasok global dan diperkirakan berdampak dalam beberapa bulan ke depan.

Biaya pelayaran pun meningkat signifikan, dengan Hapag-Lloyd memperkirakan tambahan biaya krisis mencapai USD50-60 juta per pekan.

Selain itu, perubahan arus perdagangan mulai terlihat. Reuters melaporkan produsen aluminium Rusal mempertimbangkan pengalihan pasokan dari China ke pasar lain di Asia akibat perubahan dinamika perdagangan.

Dari sisi makro, Dana Moneter Internasional (IMF) menilai konflik ini berdampak luas. Managing Director IMF Kristalina Georgieva mengatakan kepada Reuters.

“Semua jalan kini mengarah pada harga yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat,” kata Kristalina, dikutip dari Reuters, 6 April 2026.

Di tengah tekanan tersebut, analis menilai momentum ekspor China masih memiliki penopang dari sektor teknologi, tetapi mulai melemah dalam jangka pendek.(*)

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.