Sat,1 August 2026
USD41,57
%0.21
EURO48,55
%0.10
GBP55,54
%0.10
BIST11.258,72
%-1.04
GR. ALTIN5.012,06
%0.23
İstanbul
Ankara
İzmir
Adana
Adıyaman
Afyonkarahisar
Ağrı
Aksaray
Amasya
Antalya
Ardahan
Artvin
Aydın
Balıkesir
Bartın
Batman
Bayburt
Bilecik
Bingöl
Bitlis
Bolu
Burdur
Bursa
Çanakkale
Çankırı
Çorum
Denizli
Diyarbakır
Düzce
Edirne
Elazığ
Erzincan
Erzurum
Eskişehir
Gaziantep
Giresun
Gümüşhane
Hakkâri
Hatay
Iğdır
Isparta
Kahramanmaraş
Karabük
Karaman
Kars
Kastamonu
Kayseri
Kırıkkale
Kırklareli
Kırşehir
Kilis
Kocaeli
Konya
Kütahya
Malatya
Manisa
Mardin
Mersin
Muğla
Muş
Nevşehir
Niğde
Ordu
Osmaniye
Rize
Sakarya
Samsun
Siirt
Sinop
Sivas
Şırnak
Tekirdağ
Tokat
Trabzon
Tunceli
Şanlıurfa
Uşak
Van
Yalova
Yozgat
Zonguldak
  1. News
  2. Perspektif
  3. Lebanon Dibayangi Krisis Kemanusian: Lebih dari 1,1 Juta Jiwa Mengungsi

Lebanon Dibayangi Krisis Kemanusian: Lebih dari 1,1 Juta Jiwa Mengungsi

lebanon-dibayangi-krisis-kemanusian:-lebih-dari-1,1-juta-jiwa-mengungsi
Lebanon Dibayangi Krisis Kemanusian: Lebih dari 1,1 Juta Jiwa Mengungsi
service

Arina.id — Tekanan kemanusiaan di Lebanon kian memuncak. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi yang kini berada di negara tersebut telah melampaui 1,1 juta orang atau hampir seperlima dari total populasi nasional.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam keterangannya kepada wartawan pada Senin, menyoroti kondisi memprihatinkan yang dihadapi para pengungsi. Sekitar 137.000 orang memang telah tertampung di fasilitas resmi, namun sebagian besar lainnya tersebar di komunitas lokal dan permukiman informal, dengan akses terbatas terhadap kebutuhan dasar.

“Ketersediaan air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, hingga pendidikan masih menjadi tantangan besar bagi mayoritas pengungsi,” ujarnya.

Situasi ini, seperti dilaporkan Al Jazeera, semakin memperparah krisis berkepanjangan yang telah melanda Lebanon. Negara tersebut sebelumnya sudah bergulat dengan tekanan ekonomi berat, termasuk inflasi tinggi dan melemahnya layanan publik.

Di tengah keterbatasan, banyak keluarga pengungsi kini sepenuhnya bergantung pada bantuan kemanusiaan yang jumlahnya kian menipis. Di sisi lain, masyarakat lokal yang menampung mereka juga menghadapi beban tambahan yang tidak ringan.

Sejumlah organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa tanpa peningkatan dukungan internasional, kondisi ini berisiko berkembang menjadi krisis yang lebih dalam dan kompleks. Kekhawatiran juga mencuat terkait potensi dampak terhadap stabilitas sosial dan ekonomi negara tersebut.

Pemerintah Lebanon bersama lembaga internasional terus menyerukan solidaritas global, baik melalui pendanaan, bantuan logistik, maupun program perlindungan bagi kelompok rentan terutama perempuan dan anak-anak.

Krisis di Lebanon terus meluas setelah perang antara Israel dan Hizbullah, pendukung kuat Iran, meluas ke berbagai wilayah di Beirut. Israel memperluas sasaran serangannya dan mulai membom area yang berada di luar wilayah yang dikenal sebagai basis pendukung Hizbullah, termasuk kawasan pusat kota. 

0
emoji-1
Emoji
0
emoji-2
Emoji
0
emoji-3
Emoji
0
emoji-4
Emoji
0
emoji-5
Emoji
0
emoji-6
Emoji
0
emoji-7
Emoji
Berlangganan Newsletter Kami Sepenuhnya Gratis Jangan lewatkan kesempatan untuk tetap mendapatkan informasi terbaru dan mulai berlangganan email gratis Anda sekarang.

Comments are closed.

Login

To enjoy kabarwarga.com privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Install App

By installing our application, you can access our content faster and easier.

Ikuti Kami
KAI ile Haber Hakkında Sohbet
Sohbet sistemi şu anda aktif değil. Lütfen daha sonra tekrar deneyin.