Dok. Makam Pahlawan Nasional Raden Intan II & Benteng Cempaka (Google Maps)
Ada seorang pemimpin perlawanan di Lampung yang gugur pada usia 22 tahun, dan namanya kini diabadikan sebagai nama bandara utama provinsi.
Radin Inten II, atau Raden Intan II Gelar Kusuma Ratu, adalah pahlawan nasional yang lahir pada 1834 dan meninggal pada 5 Oktober 1856 di Negara Ratu, Lampung, setelah bertahun-tahun memimpin perlawanan bersenjata melawan kolonial Belanda.
Makamnya terletak di Desa Gedungharta, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, di kawasan yang dikenal dengan nama Benteng Cempaka, sekitar 18 km dari Kota Kalianda.
Tidak banyak pahlawan nasional Indonesia yang punya situs makam sekaligus berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah yang aktif dikunjungi, baik oleh peziarah dari Lampung maupun dari luar Sumatera.
Kawasan ini menawarkan lebih dari sekadar makam: ada tugu, bekas benteng pertahanan, museum mini dengan koleksi peninggalan Radin Inten II, serta pemandangan Gunung Rajabasa yang di lerengnya masih tersisa jejak kubu pertahanan dari masa perjuangan.
Bagi Kawan GNFI yang berminat pada wisata sejarah dan ziarah, Makam Radin Inten II adalah destinasi yang memberikan konteks langsung tentang perjuangan kemerdekaan di wilayah Lampung yang sering luput dari sorotan sejarah nasional.
Sekilas Mengenai Radin Inten II dan Kawasan Makam
Radin Inten II adalah keturunan Fatahillah, tokoh besar Kesultanan Demak yang berperan penting dalam penyebaran Islam di tanah Jawa, dari pernikahannya dengan Putri Sinar Alam dari Keratuan Pugung.
Melalui garis keturunan ini, Radin Inten II memiliki keterkaitan darah dengan Kesultanan Banten yang berjaya pada abad ke-16, serta Kesultanan Aceh.
Ia mulai memimpin perlawanan terhadap Belanda sejak usia yang sangat muda, mengorganisir pertahanan di kawasan perbukitan Lampung Selatan termasuk di lereng Gunung Rajabasa.
Gunung Rajabasa yang terlihat jelas dari kawasan makam ini menyimpan bukti fisik perjuangan tersebut.
Di lereng-lerengnya masih tersisa bekas benteng dan kubu pertahanan yang menjadi saksi langsung bagaimana Radin Inten II membangun sistem pertahanan rakyat untuk menghadapi pasukan Belanda.
Sementara di kawasan makam itu sendiri, gundukan tanah di belakang tugu Radin Inten II yang terlihat saat pertama kali memasuki gerbang dipercaya sebagai sisa dari benteng pertahanan yang digunakan semasa hidupnya.
Haul Radin Inten II diperingati setiap tanggal 5 Oktober, bertepatan dengan tanggal gugurnya, dan menjadi momen paling ramai dalam setahun di kawasan makam ini.
Berbagai kegiatan doa bersama dan penghormatan digelar, menghadirkan peziarah dari berbagai daerah bahkan dari luar Sumatera.
Daya Tarik Utama Makam Radin Inten II
Memasuki kawasan makam, pengunjung pertama kali disambut oleh tugu Radin Inten II yang berdiri kokoh di depan gerbang.
Di belakang tugu tersebut terlihat gundukan tanah yang dipercaya sebagai sisa benteng pertahanan, memberikan dimensi historis yang kuat bahkan sebelum memasuki area makam utama.
Area makam sendiri tertata rapi dan terawat, dengan pemandangan ke arah Gunung Rajabasa yang menjadi latar geografis yang bermakna, karena gunung itu sendiri adalah bagian dari panggung sejarah perjuangan Radin Inten II.
Museum mini di kawasan makam menyimpan berbagai benda peninggalan Radin Inten II semasa hidupnya, menawarkan kesempatan untuk memahami sosok pahlawan ini secara lebih dekat dan konkret, tidak hanya dari teks buku sejarah.
Kunjungan ke kawasan ini bisa dikombinasikan dengan wisata alam di sekitarnya, mengingat Kecamatan Penengahan berada di kawasan yang kaya dengan keindahan alam Lampung Selatan.
Gunung Rajabasa juga dapat dijadikan destinasi lanjutan bagi yang ingin melihat langsung sisa-sisa jejak pertahanan di lerengnya.
Akses Menuju Makam Radin Inten II
Makam Radin Inten II terletak di Desa Gedungharta, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, sekitar 18 km dari pusat Kota Kalianda.
Dari arah Bandar Lampung, rute yang bisa diikuti adalah menuju perempatan Gayam kemudian belok kanan menemui jalan kampung.
Setelah itu akan ditemukan pertigaan dan ambil arah sebelah kanan. Tidak jauh dari situ, lokasi makam berada tepat di sebelah kanan jalan.
Dari Bandar Lampung, total perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam tergantung kondisi lalu lintas, melewati jalur Lampung Selatan yang sebagian besar sudah beraspal baik.
Kendaraan roda dua maupun roda empat bisa digunakan. Tidak tersedia angkutan umum langsung menuju kawasan makam, sehingga kendaraan pribadi atau sewa menjadi pilihan paling praktis.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Kawasan Makam Radin Inten II terbuka setiap hari untuk umum.
Sebagai situs ziarah dan wisata sejarah yang dikelola pemerintah daerah, tidak ada tiket masuk yang dikenakan kepada pengunjung. Namun sumbangan sukarela untuk pemeliharaan kawasan selalu disambut baik.
Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hingga sore hari. Jika Kawan ingin merasakan suasana kawasan yang paling khidmat dan ramai, datanglah saat peringatan Haul Radin Inten II setiap tanggal 5 Oktober.
Fasilitas yang tersedia di kawasan ini meliputi area parkir, tugu, museum mini, musala, dan toilet.
Ayo Berkunjung ke Makam Radin Inten II!
Makam Radin Inten II adalah destinasi yang tepat untuk Kawan GNFI yang ingin mengenal lebih dekat sosok pahlawan Lampung yang perjuangannya kerap luput dari perhatian buku-buku sejarah nasional.
Datanglah dengan niat menghormati, luangkan waktu di museum mini, dan berdiri sejenak menghadap Gunung Rajabasa sambil membayangkan betapa beraninya seorang pemuda usia 22 tahun memimpin perlawanan bersenjata di lereng gunung itu.
Selamat berziarah, Kawan!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News





Comments are closed.